Raharjati Nursamsa Raih Medali Perak World Climbing Series 2026 di Santiago

Milenianews.com, Jakarta – Dalam panjat tebing nomor speed, sepersekian detik bisa menjadi pembeda antara emas dan perak. Hal itu dialami Raharjati Nursamsa yang meraih medali perak pada seri penutup World Climbing Series 2026 di Santiago, Cile, Minggu (25/10).

Selisih 0,32 Detik dari Emas

Raharjati menghadapi atlet China, Yicheng Zhao, pada final nomor men speed. Ia mencatatkan waktu 5,06 detik, kalah dari Zhao yang finis dalam 4,74 detik.

Meski gagal meraih emas, perak Raharjati menjadi pencapaian membanggakan bagi Indonesia di kompetisi tersebut.

Baca juga: Raharjati-Rajiah Raih Emas Speed Relay Campuran di World Climbing Series 2026

Perjalanan atlet Indonesia lainnya belum berbuah podium. Veddriq Leonardo, peraih emas Olimpiade Paris 2024, tersingkir di babak 16 besar. Antasyafi Robby Al Hilmi juga terhenti pada fase yang sama.

Di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi gagal melaju ke semifinal meski sebelumnya menempati posisi kedua pada kualifikasi.

Sementara itu, China meraih emas women speed melalui Lijuan Deng yang mengalahkan Emma Hunt dari Amerika Serikat.

Hasil di Santiago menjadi pengingat bahwa reputasi besar tidak selalu menjamin kemenangan. Dalam olahraga yang mengandalkan kecepatan, selisih sekecil apa pun bisa mengubah hasil akhir. Perak Raharjati patut dirayakan, sementara hasil atlet lainnya menjadi bahan evaluasi untuk kompetisi mendatang.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *