News  

Demo Besar di Prancis Diikuti 550 Ribu Orang, Kerusuhan Berujung Penangkapan Massal

Milenianews.com, Jakarta – Ketika siswa memprotes kekurangan guru, keresahan justru meluas hingga ke jalanan. Demonstrasi besar mengguncang sejumlah kota di Prancis pada Sabtu (17/10), diikuti sekitar 550.000 orang. Aksi yang bermula dari persoalan pendidikan berkembang menjadi protes terhadap kenaikan biaya hidup dan memburuknya layanan publik.

Para pelajar mengeluhkan minimnya tenaga pengajar dan buruknya fasilitas sekolah. Kemarahan kemudian meluas kepada pekerja dan masyarakat yang terbebani harga kebutuhan sehari-hari. Janji pemerintah menambah guru pengganti belum cukup meredakan keresahan.

Baca juga: Sekularisme Prancis Dan Kontroversi Jilbab: Antara Netralitas, Kekuasaan, Dan Kebebasan Beragama

Demonstrasi Berujung Kerusuhan

Di sejumlah kota, aksi diwarnai bentrokan dengan polisi, pembakaran kendaraan, penjarahan toko, dan perusakan fasilitas publik. Perdana Menteri Sébastien Lecornu menyebut sekitar 1.200 orang telah ditangkap, sementara Presiden Emmanuel Macron mengecam aksi kekerasan tersebut.

Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus: memulihkan ketertiban dan menjawab tuntutan masyarakat. Sebab, menangkap pelaku perusakan tidak otomatis memperbaiki sekolah atau meringankan beban hidup warga.

Jalanan bisa kembali tenang setelah kerumunan dibubarkan. Namun, keresahan tidak ikut menghilang begitu saja. Tanpa perbaikan nyata pada pendidikan, biaya hidup, dan layanan publik, kemarahan masyarakat berisiko kembali menemukan jalannya ke jalanan.

Baca juga: Kini Demokrasi Liberal Menjadi Benteng Oligarki

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *