Milenianews.com, Bekasi – Sebuah prototipe mungkin terlihat canggih di atas meja. Namun, teknologi baru benar-benar berarti ketika keberadaannya mampu membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik.
Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Inaugural Ceremony Day 1 IEEE YESIST12 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, Jumat (2/10). Chair IEEE Indonesia Section, Prof. Dr. Ir. Kurnianingsih, mengajak para inovator muda yang hadir untuk tidak sekadar mengejar kecanggihan teknologi, tetapi memahami manusia dan persoalan yang hendak mereka selesaikan.
Menurutnya, YESIST12 atau Youth Endeavors for Social Innovation using Sustainable Technology memiliki semangat yang sejalan dengan tujuan IEEE dalam memajukan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia.
Baca juga: Bukan Sekadar Bertanding, YESIST12 2026 Tantang Inovator Muda Ciptakan Dampak Nyata
“Acara ini mengundang para pemuda untuk melihat lebih dekat dunia di sekitar mereka, mengenali tantangan yang dihadapi masyarakat, dan bertanya, apa yang bisa kita ciptakan yang akan memberikan perubahan nyata?” ujar Prof. Kurnianingsih dalam penayangan video pada Jumat (2/10).
Ajakan tersebut menjadi relevan di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, energi, pertanian, aksesibilitas hingga keberlanjutan lingkungan.
Teknologi memang dapat menjadi bagian dari solusi. Namun, menurut Prof. Kurnianingsih, teknologi tidak boleh dikembangkan hanya karena sesuatu tersebut secara teknis memungkinkan untuk dibuat.
Ada manusia dengan kebutuhan, keterbatasan, kebiasaan, dan kondisi sosial yang perlu dipahami sebelum sebuah solusi dinyatakan benar-benar siap digunakan.
Sebagai pendidik dan peneliti, ia mendorong peserta YESIST12 untuk menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. Para inovator diminta mendengarkan komunitas yang ingin mereka bantu serta menguji kembali apakah solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Selalu tempatkan manusia sebagai pusat dari inovasi Anda dan dengarkan komunitas yang ingin Anda bantu,” katanya.
Pertanyaan yang perlu diajukan pun tidak berhenti pada apakah sebuah teknologi bisa bekerja. Para peserta juga didorong mempertimbangkan apakah solusi tersebut terjangkau, mudah diakses, andal, dan berkelanjutan.
Termasuk hal yang sering luput dari pembicaraan tentang inovasi, yaitu seberapa besar usaha yang harus dilakukan seseorang untuk menggunakan teknologi tersebut dan sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pengembangannya.
Sebab, sebuah teknologi bisa saja berhasil secara teknis, tetapi belum tentu berhasil secara sosial.
“Prototipe yang berhasil adalah pencapaian yang penting. Namun, melihat prototipe tersebut benar-benar meningkatkan kualitas hidup seseorang akan memberikannya tujuan yang bertahan lama,” tuturnya.
Ruang Bertemu Berbagai Ide
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan YESIST12 melalui berbagai track yang mempertemukan mahasiswa, siswa sekolah, dan profesional muda. Di antaranya Innovation Challenge, Junior Einstein, dan WePOWER.
Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan yang dibawa dalam ajang tersebut. Mereka datang dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, disiplin ilmu, dan perspektif yang berbeda.
Alih-alih menjadi batas, perbedaan tersebut justru dapat membuka kemungkinan lahirnya solusi yang tidak akan ditemukan jika setiap orang hanya bekerja dalam lingkungannya sendiri.
Selama penyelenggaraan YESIST12 2026, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan proyek, mendapatkan masukan dari para juri dan mentor, mengikuti sesi bersama pembicara utama, hingga membangun jejaring dengan inovator dari berbagai latar belakang.
Termasuk melalui sesi meet-up Young Professional yang membuka ruang bagi peserta untuk membangun hubungan di luar tim dan institusi mereka.
Prof. Kurnianingsih pun mengingatkan peserta agar tidak datang hanya dengan keinginan untuk mempertahankan gagasan sendiri.
Pertanyaan dari juri, masukan mentor, maupun percakapan sederhana dengan tim lain justru dapat menjadi bagian dari proses memperbaiki sebuah inovasi.
“Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Ajukan pertanyaan, bagikan pengalaman Anda, dan terbukalah terhadap masukan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh peserta yang telah melewati proses panjang sebelum tiba di panggung YESIST12 2026.
Di balik sebuah proyek, terdapat proses belajar, eksperimen, kerja tim, kegagalan, dan ketekunan yang tidak selalu terlihat ketika hasil akhirnya dipresentasikan.
Karena itu, penghargaan dalam kompetisi bukan satu-satunya hal yang dapat dibawa pulang oleh peserta. Pengetahuan baru, rasa percaya diri, pengalaman bekerja lintas latar belakang, serta jaringan yang terbentuk selama kegiatan juga menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai inovator.
“Saya berharap Anda terus mengembangkan ide-ide Anda bahkan setelah acara ini berakhir,” ujarnya.
Baca juga: Dukung Startup Muda, IEEE YESIST12 2026 Dorong Inovasi Naik Kelas Lewat Entrepreneur Gathering
Menjembatani Perbedaan untuk Inovasi
Bagi IEEE Indonesia Section, penyelenggaraan YESIST12 di Indonesia, di mana Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai tuan rumah, juga menjadi ruang untuk mempertemukan inovator muda dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah, serta komunitas IEEE yang lebih luas.
Semangat tersebut dirangkum dalam tagline IEEE Indonesia Section, “Unity in Diversity, Bridging Cultures, Empowering Innovation” atau penyatuan dalam keberagaman, menjembatani budaya, dan memberdayakan inovasi.
Menurut Prof. Kurnianingsih, perbedaan latar belakang bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru dari keberagaman pengalaman dan perspektif, kolaborasi dapat menemukan kemungkinan baru dalam menjawab persoalan masyarakat.
Dalam konteks itu, YESIST12 2026 bukan hanya menjadi ruang untuk mempertandingkan proyek teknologi. Ajang ini juga menjadi tempat bagi para inovator muda untuk menguji satu pertanyaan yang jauh lebih sederhana, tetapi penting, apakah teknologi yang kita buat benar-benar dibutuhkan oleh manusia?
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.













