Milenianews.com, Manokwari— Kebutuhan air bersih menjadi perhatian penting bagi keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, Papua Barat. Melalui pembangunan sumur bor, BMH menghadirkan akses air yang lebih memadai bagi para santri dan lingkungan pesantren.
Sumur bor yang berada di Jalan Trikora Arfai 2, Kelurahan Anday, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari ini menjadi sumur bor ke-293 yang direalisasikan BMH. Peresmian dilaksanakan pada 27 Agustus 2026.
Sebelum adanya sumur bor, pesantren mengandalkan sumur gali dari resapan rawa dan aliran kali kecil di belakang pesantren. Namun, ketika musim kemarau tiba, debit air ikut berkurang. Bahkan saat pesantren mengadakan kegiatan atau event dengan banyak peserta, pihak pesantren terpaksa membeli air untuk memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi.

Ust. Ahmad Taufik, S.Pd., Ketua Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Manokwari, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya sumur bor tersebut. “Alhamdulillah, adanya sumur bor ini sangat membantu kebutuhan air di pesantren. Semoga manfaatnya bisa dirasakan para santri dan masyarakat sekitar serta menjadi amal jariyah bagi para donatur,” ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan para santri. Atika Aulia Latifa menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu menghadirkan sumber air bersih bagi pesantren.
“Terima kasih, Kakak-kakak BMH dan para donatur. Semoga kebaikannya dibalas oleh Allah SWT,” tuturnya.
Baca Juga : Dari Qurban Manfaat Ganda, BMH Hadirkan Sumur Bor untuk Santri Lamongan yang Dilanda Kekeringan
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan bahwa realisasi sumur bor ke-293 menjadi bagian dari ikhtiar BMH untuk menghadirkan manfaat nyata bagi umat, termasuk di wilayah Indonesia Timur.
“Alhamdulillah, sumur bor ke-293 ini hadir untuk membantu kebutuhan air para santri di Manokwari. Semoga air yang mengalir memberikan manfaat untuk ibadah, kebersihan, dan aktivitas pesantren serta menjadi amal jariyah bagi para donatur,” kata Imam Muslim.
Kini, para santri tidak lagi sepenuhnya bergantung pada sumber air yang debitnya mudah berkurang saat musim kemarau. Sumur bor ini diharapkan menjadi sumber kehidupan yang terus mengalir, mendukung aktivitas pesantren, dan menghadirkan kenyamanan bagi para santri dalam belajar dan beribadah.













