Milenianews.com, Jakarta – PasarLagu sukses menggelar Antibully Jakarta Festival pada Minggu (30/8) lalu, di Citra Xperience, Sunken Plaza Lt. LG, Jakarta Pusat. Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini memanfaatkan musik sebagai medium edukasi antiperundungan.
Penyelenggaraan keempat dari rangkaian Antibully Festival ini menghadirkan 31 performer muda dari berbagai latar belakang. Mereka menggabungkan talenta anak berkebutuhan khusus dan anak tipikal dalam satu panggung pertunjukan yang setara.
Baca juga: Rony Parulian Rilis Album “Dunia dan Seisinya”, Usung Pendewasaan Bermusik
Para penampil berasal dari empat label musik, yakni Teman Hebat Records, Superkids Records, Hebat Records, dan Senada Digital Records. Kehadiran mereka mempertegas pesan bahwa kesempatan berkarya di industri musik tidak boleh dibatasi oleh kondisi fisik maupun mental seseorang.
Founder PasarLagu, Lamhot Ivan Tobing, menjelaskan bahwa keterlibatan organisasinya didasari oleh kesamaan visi untuk meruntuhkan batasan dalam berkarya. Pihaknya berupaya menciptakan ruang yang nyaman serta aman bagi setiap anak.
“Kami melihat adanya kesamaan visi dengan Teman Hebat Records untuk membuat sebuah karya tanpa batas tanpa melihat sebuah perbedaan. Dengan memberikan ruang yang setara antara anak tipikal dan anak berkebutuhan khusus,” ujar Lamhot dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (3/9).
Selain aspek pertunjukan langsung, seluruh karya penampil didistribusikan melalui ekosistem digital PasarLagu. Langkah ini menjadi strategi untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi musisi muda inklusif di industri musik nasional.
Penggagas Antibully Festival, Yuly Twins, menekankan pentingnya edukasi penerimaan perbedaan melalui interaksi dan pengalaman nyata. Menurutnya, cara terbaik mengikis stigma adalah dengan membiarkan anak-anak berkarya dan bermain bersama.
“Berbeda bukan berarti harus sendiri atau terpisah, dan bersama bukan berarti harus menjadi sama,” tegas Yuly.
Penggagas lainnya, Rulli Aryanto, menambahkan bahwa musik merupakan instrumen efektif untuk menyampaikan pesan “stop bullying” tanpa kesan menggurui. Ia menilai setiap anak memiliki kelebihan dan potensi karya yang layak diapresiasi masyarakat.
Antibully Festival dijadwalkan akan terus hadir di berbagai kota lain untuk menyebarkan pesan inklusivitas. Inisiatif ini diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat agar senantiasa menghargai perbedaan di kehidupan sehari-hari, bahkan ketika festival telah usai.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.







