News  

BMH Resmikan Sumur Bor Ke-277, Sebanyak 1.200 Santri Ponpes Al Anwar kini tak lagi Kesulitan Air Bersih

BMH Jawa Timur meresmikan sumur bor di Pondok Pesantren Al Anwar, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (12/7/2026). (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Trenggalek– BMH Jawa Timur kembali menghadirkan program wakaf air bersih dengan meresmikan sumur bor di Pondok Pesantren Al Anwar, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Minggu (12/7/2026).

Sebanyak 1.200 santri beserta pengurus kini dapat memanfaatkan pasokan air yang lebih memadai untuk kebutuhan mandi, mencuci, berwudhu, memasak, hingga menunjang aktivitas belajar dan ibadah. Sebelum adanya sumur bor, ketersediaan air di lingkungan pesantren dirasa sangat kurang dan belum mampu memenuhi kebutuhan harian seluruh santri, sehingga kerap menghambat aktivitas mereka.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Gus Salsaladin, menyampaikan apresiasi kepada para donatur melalui BMH atas terwujudnya fasilitas tersebut. “kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BMH dan seluruh donatur. Kehadiran sumur bor ini menjadi jawaban atas kesulitan air yang kami alami selama ini. Insya Allah, setiap tetes air yang digunakan para santri akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi donatur” tuturnya.

Rasa syukur juga disampaikan M. Ridwan, salah seorang santri. Menurutnya, kehadiran sumur bor membuat kebutuhan air bersih kini jauh lebih mudah dipenuhi. “Kami sangat berterima kasih kepada BMH dan semua donatur atas bantuan ini. Dulu kami sering kesulitan karena airnya kurang, tapi sekarang alhamdulillah airnya melimpah. Kami jadi bisa ibadah dan belajar dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-276 di Jawa Timur, 450 Santri Ponpes Darussalam kini Mudah Akses Air Bersih

Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, mengatakan program wakaf sumur bor merupakan upaya menghadirkan solusi jangka panjang bagi pesantren yang mengalami keterbatasan akses air bersih. “Melalui program wakaf ini, kami ingin memastikan para santri tidak lagi terhambat masalah air dalam menuntut ilmu. Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian para donatur untuk meningkatkan standar kesehatan dan kelayakan fasilitas di pesantren. Semoga sumur bor ini membawa berkah berkelanjutan bagi para santri maupun para donatur,” katanya.

Program wakaf air bersih ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BMH Jawa Timur. Kedepannya, BMH berharap bisa terus memperluas akses air bersih di berbagai pesantren dan wilayah pelosok, sehingga mampu mendukung kualitas hidup serta aktivitas ibadah masyarakat secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *