News  

Mahasiswi UBSI Kampus Pemuda Jadi Korban Insiden Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

gita septia wardani

Milenianews.com, Jakarta – Duka mendalam menyelimuti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) setelah salah satu mahasiswinya, Gita Septia Wardani (20), terkonfirmasi menjadi korban jiwa dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa nahas yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.50 WIB.

Gita merupakan mahasiswi aktif semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, UBSI Kampus Pemuda, Jakarta Timur. Kabar meninggalnya Gita dipastikan setelah keluarga melakukan pencarian panjang di sejumlah rumah sakit rujukan korban kecelakaan.

Baca juga: Tragedi Laka Kereta di Bekasi Timur: Saat Harapan Pulang Merebahkan Lelah Justru Berakhir dalam Pelukan Duka

Kakek almarhumah, Rajihun, menceritakan bahwa cucunya sempat mengirim pesan singkat melalui WhatsApp kepada orang tuanya sesaat sebelum kejadian. Gita mengabarkan bahwa ia akan tiba di Stasiun Cibitung dalam waktu 10 menit.

“Namun Gita tidak muncul, padahal ayahnya sudah menunggu di stasiun tersebut,” ujar Rajihun mengutip dari Aksikata.com, Selasa (28/4).

Keluarga akhirnya menemukan titik terang setelah melakukan pengecekan di RS Polri Kramat Jati. Jenazah Gita teridentifikasi sebagai salah satu dari 10 korban tewas dalam insiden maut tersebut.

Mendengar kabar ini, Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI, Dr. Anisti, M.Si., langsung melayat ke rumah duka di Perumahan Trias Estate, Cibitung, Kabupaten Bekasi. Ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian mahasiswi berprestasi tersebut.

“Ibunya sangat sedih karena Gita sedang semangat-semangatnya mempersiapkan magang untuk semester 7 nanti,” kata Anisti.

Menurut Anisti, orang tua Gita sempat menyampaikan bahwa almarhumah sangat bahagia selama menempuh pendidikan di UBSI. Sebelum insiden terjadi, keberadaan Gita sempat menjadi tanda tanya dan memicu kekhawatiran di grup WhatsApp dosen serta rekan kampusnya.

Baca juga: Kereta Cepat Bukan Sekadar Cepat, Tapi Soal Siapa Menguasai Masa Depan

Ungkapan duka cita juga datang dari Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI, Intan Leliana. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya,” tutur Intan.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kereta tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya aspek keselamatan dan evaluasi menyeluruh pada sistem transportasi publik demi mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *