Milenianews.com, Bogor–SMP-SMA IT Dinamika Umat (DU), Telaga Kahuripan, Bogor, Jawa Barat, menggelar Big Performance, Sabtu, (25/4/2026). Kegiatan bertajuk “Harmoni Asia: Ragam Budaya Satu Aksi”.
Acara dikemas melalui Drama Teatrikal Sinbad Si Pelaut. Sebuah persembahan istimewa dari 137 murid SMP-SMA IT DU — model sekolah bersih tanpa cleaning service –, yang penuh semangat, kreativitas, dan kerja keras.
Tampak hadir, ketua Yayasan Dinamika Umat (YDU), Dr. H. Hasan Basri Tanjung, MA., Direktur Pendidikan dan Sumber Daya Insani YDU, Dr. Hj. Fatimah Sururi Hasan, M.Pd.I dan Sekretaris YDU, Difa Mahya Zahara Tanjung, MA., Kepala SMP-SMA IT DU, Lukmanudin Adiguna, S.Pd.I, M.Pd., dan dewan guru SMP.
Dalam Big Performance, scene tujuh, di India Sinbad dan Saddam banyak mendapatkan harta karun lalu melanjutkan ke Asia Timur semanjung Korea. Sebuah wilayah yang kaya raya akan hasil bumi. Ginseng, cadangan emas dunia, tekstil dan produsen elektronik terbesar di dunia, semua ada di sini. Sinbad dan Sadam bertemu dengan putri permaisuri Chae-Won. Tak disangka, di sinilah Sadam terpesona pada pandangan pertama.

Putri Permaisuri Chae-Won, Sinbad dan Sadam akhirnya makan siang bersama di istana kaisar sekaligus melihat pertunjukan seni Dance Batle kelas 8. Arab vs K-Pop, dan Dance K-Pop kelas 7 putri.
Pada scene delapan, Sadam mulai tertarik akan paras ayu putri Permaisuri Chae-Won dan berani merayu putri permaisuri. Tepuk tangan dan suara gemuruh dari penonton membahana menyaksikan adegan itu dan di sambut tembang lawas Cinta, Vina Panduwinata, dibawakan Fatimah, siswa kelas 11.
Scene sembilan, Sinbad, Sadam, dan putri permaisuri akhirnya berlayar menuju ke negeri Atlantis, yaitu Indonesia. Sebuah negeri yang kaya akan sumber daya alam, dikelilingi pegunungan hijau dengan berbagai jenis pepohonan, lautan yang luas dan penduduknya yang sangat ramah. Scene ini ditutup dengan lagu, Kota Ini Tak Sama Tanpamu yang dipopulerkan Nadhif Basalamah, yang dinyanyikan Faris dari kelas 12.
Scene 10, Sinbad, Sadam, dan putri permaisuri sudah sampai Indonesia, disambut Lestari dan Mandala. Mereka mengajak Sinbad, Sadam serta putri permaisuri melihat pertunjukkan budaya Nusantara.

Scene ini menyuguhkan pertunjukkan budaya Nusantara, tarian Nusantara, mulai dari Betawi, Kicir Kicir, Sajojo dari Papua, dibawakan oleh siswa kelas 7.2. Scene ini ditutup dengan kritik sosial penampilan kelas 11, mengangkat isu Stop Korupsi, Butuh Keadilan yang terus menggerogoti kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Scene 11, Nusantara kaya akan budaya, suku dan bahasa. Hasil alam negeri ini sangat melimpah. Kekayaan alam luar biasa tapi penduduknya miskin karena dikelola orang asing.
Baca Juga : SD IT Dinamika Umat Gelar DU Camp 2025
Hari demi hari berlalu, Sinbad, Sadam dan putri permaisuri sangat betah tinggal di negeri Nusantara. Penduduk yang sangat ramah, kuliner yang beragam dan beraneka jenis budaya Nusantara, membuat mereka lupa akan kampung halamannya. Nusantara sudah menjadi rumah kedua untuk mereka. Persembahan Tari Kecak kelas 7.2. dan lagu Anak Sekolah yang dipopulerkan Chrisye dibawakan dance performance siswa kelas 10.
Scene 12, Perasaan yang dulunya hampa, kini benih-benih asmara mulai tumbuh di hati putri permaisuri Chae-Won. Kebaikan hati Sadam dan usahanya yang tak kenal lelah untuk memikat hati putri permaisuri, akhirnya membuat luluh hati putri permaisuri. Hari yang dijanjikan pun tiba. Sadam dari Negeri 1001 malam menikah dengan putri permaisuri dari semenanjung Korea.

Tak disangka, Sinbad mengundang ayah dan adiknya ke Nusatara. Termasuk putri mahkota Arab Saudi, Pangeran Yang Zi dari Tiongkok dan Sheha dari negeri India.
Penampilan ditutup persembahan Kelas 9 angkatan 14 yaitu Tarian Nusantara dan Asean mulai dari Brunai Darussalam, Laos, Kamboja, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Timor Leste, Indonesia, Asia Tenggara we are Asia.
Kepala SMP-SMA IT DU, Lukmanudin Adiguna, S.Pd.I, M.Pd., memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh murid dan guru yang sudah menampilkan persembahan terbaik tahun ini. ”Anak-anak luar biasa penampilannya hari ini. Kita bersyukur kepada Allah atas nikmatnya kita bisa berkumpul menyaksikan anak-anak kita tampil maksimal,” ujar Lukman penuh syukur.
Di SMP-SMA IT DU, kata ayah empat anak ini melanjutkan, ada empat ranah yang dikembangkan di sekolah yang mulai beroperasi pada 2010 ini yaitu ada konatif, kognitif, afektif, dan psikomotorik. ”Setiap anak memiliki kecerdasan. Orang tua jangan hanya melihat nilai di raport karena itu hanya ranah kognitif. Maka lihat hari ini. Boleh jadi yang nilai di raportnya pas KKM atau masih di bawah KKM tetapi di ranah psikomotoriknya luar biasa,” paparnya.
Baca Juga : Yayasan Dinamika Umat (YDU) Gelar Workshop Kepribadian Guru Islami
Dia mencontohkan, melihat keluwesan anak-anak saat tampil di panggung. ”Lihat keluwesan anak-anak kita menari itu salah satu indikator psikomotornya bagus. Karena anak-anak kita punya kecerdasannya masing-masing. Tugas kita sebagai orang tua dan guru memfasilitasi. Ini adalah fasilitas yang diberikan pihak sekolah untuk anak-anak mengembangkan minat dan bakatnya di bidang seni tari, vokal, teater, sastra dan rupa tata panggung atau dekorasi,” tandasnya.
Hal senada disampaikan salah seorang orang tua murid, Bapak Adi Purnomo. Ayah dari Ridho kelas 9 ini mengaku sangat senang dengan pertunjukan yang baru saja dia saksikan. ”Tetap semangat, perform hari ini luar biasa,” ujarnya seraya menambahkan tata panggungnya bagus, dekorasinya juga bagus, penampilan semuanya luar biasa. Terima kasih buat bapak ibu guru pembimbing dan koreografernya.








