Sering Tidur Setelah Sahur? Kenali Dampaknya bagi Kesehatan Tubuh

Milenianews.com – Bulan Ramadhan merupakan momen bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Salah satu aktivitas penting yang dilakukan sebelum memulai puasa adalah sahur. Sahur tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi untuk menjalani aktivitas sepanjang hari, tetapi juga membantu tubuh tetap terhidrasi dan menjaga stamina selama berpuasa.

Namun, banyak orang memiliki kebiasaan langsung kembali tidur setelah sahur. Kebiasaan ini sering dilakukan karena rasa kantuk setelah bangun dini hari atau karena ingin menambah waktu istirahat sebelum memulai aktivitas. Padahal, tidur setelah sahur dapat memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Baca juga: Kenapa Minum Teh saat Sahur Tidak Dianjurkan? Ini Alasannya!

Secara medis, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan sebelum beristirahat dalam posisi tidur. Jika seseorang langsung berbaring setelah makan, proses pencernaan dapat terganggu dan memicu berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko yang dapat muncul akibat kebiasaan tidur setelah sahur serta cara yang dapat dilakukan untuk menghindarinya.

Berikut masalah kesehatan yang dapat muncul akibat tidur setelah sahur dilansir dari Halodoc.com: 

Masalah Kesehatan Akibat Tidur Setelah Sahur

1. Sembelit

Secara normal, tubuh membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mencerna makanan hingga lambung menjadi kosong. Setelah itu, sisa makanan akan berpindah ke usus untuk dipadatkan menjadi feses. Namun, kebiasaan tidur setelah sahur dapat memperlambat proses pencernaan sehingga makanan berada lebih lama di dalam perut.

Timbunan makanan yang tidak segera dicerna dapat memicu gangguan pencernaan, salah satunya sembelit. Kondisi ini terjadi karena usus menyerap lebih banyak cairan dari feses sehingga membuatnya menjadi kering dan padat. Akibatnya, proses buang air besar menjadi lebih sulit. Risiko sembelit selama bulan puasa juga meningkat karena tubuh biasanya mendapatkan asupan cairan yang lebih sedikit dibandingkan hari biasa.

2. Kenaikan Berat Badan

Tidur setelah makan sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan dan hal ini bukan sekadar mitos. Ketika seseorang langsung tidur setelah sahur, proses metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Akibatnya, kalori dari makanan yang dikonsumsi tidak terbakar secara optimal dan justru menumpuk di dalam tubuh.

Jika kebiasaan ini terus dilakukan, perut dapat terasa begah dan tampak membuncit. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan selama menjalankan puasa Ramadhan.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Langsung tidur setelah sahur juga dapat memicu gangguan pada saluran pencernaan, salah satunya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). GERD merupakan kondisi ketika asam lambung naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Ketika seseorang berbaring setelah makan, sistem pencernaan akan bekerja lebih sulit. Posisi tubuh yang horizontal memudahkan asam lambung naik ke atas, sehingga menyebabkan nyeri ulu hati dan rasa tidak nyaman di dada. Kondisi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan selama menjalankan ibadah puasa.

4. Dada dan Tenggorokan Terasa Panas (Heartburn)

Heartburn adalah sensasi panas atau terbakar pada bagian dada hingga tenggorokan akibat naiknya asam lambung. Kebiasaan tidur setelah sahur dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Saat seseorang berbaring, makanan yang baru dikonsumsi sulit bergerak turun ke saluran pencernaan. Akibatnya, makanan dan asam lambung berpotensi naik kembali ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan dindingnya. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sering sendawa dan mengganggu kualitas tidur.

Baca juga: Rekomendasi Makanan Sahur agar Tidak Mudah Lapar Seharian

Cara Mengatasi Rasa Kantuk Setelah Sahur

Lanjut untuk membaca >>>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *