News  

Mau Passive Income Tapi Mager? Ketua KADIN Bekasi Bongkar Realita Bisnis Anak Muda

Passive Income

Milenianews.com, Jakarta – Di era ketika istilah passive income berseliweran di media sosial dan video motivasi berdurasi satu menit, banyak anak muda bermimpi menghasilkan uang tanpa harus “kerja capek”. Namun di balik istilah yang terdengar ringan itu, ada sistem, hitungan, dan strategi yang tak sesederhana unggahan Instagram.

Hal itu diungkapkan oleh Rifki Ardiansyah, Ketua KADIN Kota Bekasi, saat menjadi bintang tamu dalam Podcast Kaum Milenial, Rabu (25/2). Dalam perbincangan tersebut, ia membedah realita membangun bisnis kreatif—mulai dari passive income hingga franchise—dengan bahasa yang lugas dan membumi.

Passive Income Bukan Sekadar Tren

Menurut Rifki, passive income bukan sekadar istilah populer yang bisa diwujudkan dalam semalam. Ia menegaskan bahwa konsep ini berbasis investasi dan sistem yang matang.

“Passive income itu uang yang kita investasikan lalu menghasilkan profit. Jadi bukan cuma ikut-ikutan tren, tapi harus paham sistem dan perhitungannya,” jelasnya.

Artinya, seseorang tetap perlu membangun fondasi di awal—baik berupa modal, jaringan, maupun pengetahuan. Setelah sistem berjalan, barulah keuntungan bisa mengalir lebih stabil. Tanpa perencanaan, istilah passive income hanya akan menjadi jargon yang memancing ekspektasi berlebihan.

Franchise Harus Legal, Bukan Sekadar Brand

Selain membahas investasi, Rifki juga menyoroti bisnis franchise atau waralaba. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur brand besar atau janji balik modal cepat.

“Franchise itu harus punya izin resmi. Jangan sampai tergiur brand atau iming-iming balik modal cepat, tapi legalitasnya tidak ada,” tegasnya.

Legalitas, menurutnya, menjadi fondasi utama agar pelaku usaha tidak terjebak kemitraan bermasalah. Ia menilai banyak calon pebisnis terlalu fokus pada potensi keuntungan, tetapi lupa mengecek aspek hukum dan perizinan.

Baca juga: Sampah Menumpuk, Aqsha Bergerak Lewat Kopling Farm

Dari Peluang.co ke Mitranesa

Rifki sendiri dikenal sebagai CEO sekaligus pendiri Mitranesa, yang sebelumnya bernama Peluang.co. Sejak 2022, platform tersebut telah membantu ratusan UMKM membangun kemitraan dan membuka akses kolaborasi investasi.

Bahkan, salah satu UMKM binaan di bawah naungan KADIN Kota Bekasi berhasil menarik investor dari Dubai. Cerita itu menjadi bukti bahwa pelaku usaha lokal mampu menembus pasar global jika dikelola dengan sistem dan pendampingan yang tepat.

Bisnis Kuliner Sehat Masih Jadi Primadona

Ketika ditanya sektor bisnis yang menjanjikan, Rifki menyebut bidang kuliner atau Food and Beverage (FnB) masih menjadi primadona. Namun, tren kini bergerak ke arah makanan sehat.

“Bisnis kuliner itu nggak ada matinya, tapi sekarang tren-nya ke makanan sehat. Konsumen makin sadar gaya hidup. Ini peluang besar buat anak muda,” ujarnya.

Perubahan gaya hidup masyarakat membuka ruang bagi inovasi. Anak muda, dengan kreativitas dan kedekatan terhadap tren digital, dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar ini.

KADIN sebagai Jembatan UMKM

Sebagai Ketua KADIN Ekraf Kota Bekasi, Rifki menegaskan bahwa KADIN bukan sekadar organisasi formal. Ia menyebut KADIN berperan sebagai jembatan antara pengusaha dan pemerintah.

KADIN aktif memfasilitasi perizinan, kolaborasi, hingga sertifikasi halal. Hingga kini, KADIN Kota Bekasi telah menerbitkan sekitar 1.000 sertifikat halal bagi UMKM di wilayahnya.

“KADIN itu jembatan. Kami bantu pengusaha terkoneksi dengan pemerintah, sekaligus mendorong UMKM naik kelas,” katanya.

Mulai Dulu, Jangan Tunggu Mapan

Di akhir podcast, Rifki menyampaikan pesan yang terasa sederhana namun relevan bagi Gen Z dan milenial: jangan menunggu mapan untuk memulai bisnis.

“Jangan tunggu mapan untuk mulai bisnis. Mulai aja dulu. Bangun relasi, bikin konten, dan cari produk yang memang paling diminati pasar. Konsistensi itu lebih penting dari gengsi,” pungkasnya.

Di tengah gempuran konten motivasi dan janji cuan instan, pesan itu terdengar realistis. Passive income bukan tentang malas bekerja, melainkan tentang membangun sistem yang cerdas. Dan seperti semua sistem, ia butuh proses, keberanian, serta konsistensi.

Pertanyaannya kini bukan lagi “mau passive income atau tidak?”, melainkan: siapkah memulai tanpa menunggu semuanya sempurna?

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *