IPB University dan Simon Fraser University Bahas Kolaborasi Riset, Double Degree, dan Mobilitas Mahasiswa

IPB University menerima kunjungan President and Vice-Chancellor Simon Fraser University (SFU) Kanada, Dr. Joy Johnson di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga,  11 Februari 2026. (Foto: Dok IPB University) 

Milenianews.com, Bogor– IPB University menerima kunjungan President and Vice-Chancellor Simon Fraser University (SFU) Kanada, Dr. Joy Johnson di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga,  11 Februari 2026. Pertemuan tersebut  membahas potensi kolaborasi strategis di bidang riset, program double degree, inovasi, serta pertukaran mahasiswa dan dosen.

Dr. Joy Johnson menyampaikan minat kuat untuk membangun kemitraan antarinstitusi. Ia menilai terdapat banyak kesamaan visi antara SFU dan IPB University, terutama dalam penguatan riset berdampak global dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam pertemuan itu, Dr.  Joy mengenalkan SFU sebagai universitas riset intensif yang berdiri pada 1965 dengan sekitar 37 ribu mahasiswa. “Kami sangat berkomitmen pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13 tentang aksi iklim dan SDG 11,” katanya.

Ia menambahkan, SFU memiliki kekuatan pada bidang artificial intelligence (AI), komputasi kuantum, inovasi iklim, kesehatan masyarakat, hingga teknologi pertanian. Untuk itu, pihaknya membuka peluang kolaborasi riset bersama IPB University.

Rektor IPB University, Dr.  Alim Setiawan Slamet, menanggapi dengan penegasan bahwa IPB University terus mendorong kolaborasi riset internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“IPB University berkomitmen memperkuat kerja sama riset dan inovasi yang berkontribusi pada ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Dr. Alim juga memaparkan keunggulan IPB University dalam bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika yang telah diakui secara global. Saat ini, IPB University konsisten menempati peringkat pertama di ASEAN dan Indonesia versi QS World University Rankings by Subject.

“Kekuatan tersebut menjadi modal penting untuk membangun riset kolaboratif yang saling melengkapi dengan Simon Fraser University,” tuturnya.

Baca Juga : Rektor ETCI Timor Leste Diwisuda Pendidikan Insinyur di IPB University

Sementara, Wakil Rektor IPB University bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Deni Noviana, menekankan pentingnya mobilitas mahasiswa sebagai pintu awal kolaborasi.

“Program mobilitas mahasiswa merupakan peluang yang sangat baik dan mudah untuk memulai kerja sama,” ujarnya. Ia menyebut IPB University meraih Anugerah Pendidikan Tinggi Diktisaintek 2025 sebagai Perguruan Tinggi dengan Kinerja Mobilitas Mahasiswa Terbanyak (Tidak Bergelar).

Acara ini dihadiri para Dekan dan Kepala Lembaga Riset Internasional yang merekomendasikan pengembangan program double degree, riset bersama lintas disiplin, publikasi ilmiah kolaboratif, penguji disertasi daring lintas universitas, serta penguatan kerja sama di bidang perubahan iklim, waste management, AI, kewirausahaan (techo-socio entrepreneurship), dan sistem agripangan berkelanjutan.

kerja sama internasional, mobilitas mahasiswa, double degree, kolaborasi riset, Simon Fraser University

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *