News  

Sejarah Pers dan Makna Hari Pers Nasional

Sejarah perss

Milenianews.com – Hari Pers Nasional (HPN) kembali diperingati pada 9 Februari. Di balik perayaannya, tersimpan perjalanan panjang pers Indonesia yang telah melewati berbagai zaman. Lalu, bagaimana awal mula pers di Indonesia?

Catatan dan peristiwa pada masa kolonial menandai awal perjalanan sejarahnya. Pada 7 Agustus 1744, terbit Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen di bawah pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff. Meski berada di bawah kendali VOC, surat kabar ini menjadi penanda awal hadirnya media cetak di Nusantara.

Setelah itu, pemerintah kolonial menerbitkan Javasche Courant pada 1829 yang rutin menyebarkan pengumuman dan kebijakan resmi. Pada masa ini, pers lebih banyak berfungsi sebagai alat penguasa.

Perubahan penting terjadi pada 1907, ketika Tirto Adhi Soerjo menerbitkan Medan Prijaji di Bandung. Koran ini sepenuhnya digagas dan dimiliki oleh pribumi, menjadikannya pelopor pers nasional. Sejak saat itu, pers perlahan bergeser dari alat pemerintah menjadi wadah aspirasi rakyat.

Namun, perjalanan pers tidak selalu mulus. Saat Jepang menduduki Indonesia pada 1942, media kembali dijadikan alat propaganda. Surat kabar seperti Jawa Shinbun, Sumatra Shinbun, dan Celebes Shinbun terbit di bawah kontrol militer Jepang.

Baca juga: Niat Nulis Opini tapi Kok Jadi Artikel? Biar Nggak Salah Langkah, Simak Tips Ini

Di tengah tekanan itu, justru lahir lembaga-lembaga penting yang masih bertahan hingga saat ini, di antaranya yaitu LKBN Antara berdiri pada 13 Desember 1937 sebagai kantor berita nasional, Radio Republik Indonesia (RRI) berdiri pada 11 September 1945 untuk menyebarkan informasi ke seluruh penjuru negeri, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berdiri pada 1946 sebagai organisasi profesi wartawan.

Kebebasan Pers Pasca Reformasi

Meski Indonesia telah merdeka, kebebasan pers belum langsung terwujud. Pada masa Orde Lama dan Orde Baru, pemerintah menilai banyak media tidak sejalan dengan kebijakan mereka, lalu menutup dan menyensor berbagai media untuk mengontrol informasi. Namun, para jurnalis tetap berusaha menyampaikan informasi kepada publik, meski dengan berbagai keterbatasan.

Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional, bertepatan dengan hari lahirnya PWI. Penetapan ini juga menunjukkan bagaimana negara mengakui peran penting pers dalam pembangunan dan pengamalan Pancasila.

Setelah Reformasi 1998, kebebasan pers semakin terbuka. Undang-undang menjamin kebebasan berekspresi dan praktik sensor negara mulai dihapus. Media tumbuh pesat, baik cetak, elektronik, maupun digital.

Baca juga: Mimpi Jadi Jurnalis? Ini Dia 5 Cara untuk Wujudkannya!

Tema Hari Pers Nasional 2026

Pada Hari Pers Nasional 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menetapkan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” yang  menekankan pentingnya peran pers dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa di tengah arus perubahan informasi yang semakin cepat. Tema ini menempatkan tiga pilar utama sebagai inti pesannya, yaitu:

1. Pers Sehat

Pers yang sehat bukan hanya soal banyaknya media atau ramainya berita, tetapi tentang bagaimana media bekerja secara profesional, independen, dan berpegang pada etika jurnalistik. Pers yang sehat menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. Di sinilah peran pers sebagai penjaga kualitas demokrasi benar-benar terlihat.

2. Ekonomi Berdaulat

Tema ini menekankan bahwa media perlu memiliki kemandirian ekonomi dengan tidak bergantung pada kepentingan tertentu, media dapat menjalankan perannya tanpa tekanan. Kemandirian ini membantu media menghadapi persaingan dengan platform digital global.

Baca juga: Cara Menulis Press Release dengan Kaidah Jurnalistik di Era AI 2026

3. Bangsa Kuat

Pers tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun cara pandang masyarakat. Lewat pemberitaan yang edukatif, konstruktif, dan inspiratif, pers ikut berkontribusi dalam memperkuat persatuan nasional dan daya saing bangsa.

Melalui tema ini, Hari Pers Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum bagi pers untuk saling menguatkan. Bukan hanya merayakan perjalanan panjang pers Indonesia, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen pada profesionalisme, independensi, dan peran strategis pers dalam pembangunan bangsa di masa depan.

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube MileniaNews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *