Harmoni Digital  dan  Tradisi:  Kala Siswa Prestasi Global-Depok  Menghidupkan Jiwa Betawi di Panggung Budaya

Sekolah Prestasi Global (PresGo)-Depok  menggelar  perhelatan PresGo National Culture 2026  di Dome Al Farabi Sekolah Prestasi Global, Depok, Kamis (29/1/2026). (Foto: Dok PresGo)

Milenianews.com, Depok– Sekolah Prestasi Global (PresGo)-Depok  membuktikan bahwa kemajuan digital tidak membuat generasi muda melupakan akar tradisi. Pada Kamis (29/1/2026), Dome Al Farabi Sekolah Prestasi Global tampil semarak dengan ornamen khas Jakarta dalam perhelatan PresGo National Culture 2026. Acara dibuka dengan atraksi Palang Pintu yang atraktif, ditandai dentuman kendang dan adu pantun jenaka yang menyambut para tamu dengan hangat. Tradisi ini menjadi simbol keterbukaan dan penghormatan dalam adat Betawi.

Dalam sesi tanya jawab, Raiya, siswi kelas 4, mengajukan pertanyaan mengenai makna lebih mendalam dari tradisi Palang Pintu. Ketua rombongan menjelaskan bahwa Palang Pintu bukan sekadar unjuk kebolehan silat, melainkan perpaduan antara seni sastra pantun, ketangkasan para jawara, serta cerminan nilai sopan santun dan penghormatan yang tinggi dalam budaya Betawi.

Baca Juga : Semarak PresGo National Culture; Kala Siswa Kelas 1 SD Prestasi Global-Depok “Jatuh Hati” pada Pesona Budaya Betawi

Kemeriahan berlanjut saat siswa kelas 4 dan 5 unjuk gigi dalam lomba tari kreasi. Panggung dipenuhi energi para penari cilik yang membawakan Tari Ondel-Ondel, Tari Kicir-Kicir, hingga keanggunan Tari Sirih Kuning. Penampilan tersebut tak hanya memukau penonton, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian seni tradisional melalui generasi muda.

Kepala Sekolah SD Prestasi Global, Mustopa, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai penguat identitas budaya. Ia menyampaikan bahwa Jakarta dan Depok memiliki ikatan historis yang kuat dengan budaya Betawi, sehingga sekolah memiliki tanggung jawab untuk menjaga estafet budaya tersebut.

Sementara itu, melalui sajian kuliner dan permainan tradisional seperti kerak telor, dodol Betawi, roti buaya, egrang, pletokan, dan gasing bambu, Direktur Prestasi Global, Ahmad Faisal, berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap mencintai kekayaan budaya Nusantara sebagai jati diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *