News  

Sumur Bor Ke-246 BMH Hadirkan Akses Air Bersih bagi Santri di Pamekasan

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur meresmikan sumur bor titik ke-246 di wilayah Jawa Timur, berlokasi di Pondok Pesantren Subulussalam, Dusun Barat Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Pamekasan– Keterbatasan air bersih masih menjadi persoalan nyata bagi banyak lembaga pendidikan keagamaan di daerah. Di Dusun Barat Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, kesulitan akan air bersih berlangsung bertahun-tahun. Kondisi itu dirasakan langsung oleh para santri Pondok Pesantren Subulussalam.

Akibatnya, para santri dan pengurus pesantren harus bergantung pada sumber air tradisional milik warga sekitar. Untuk kebutuhan dasar seperti wudhu, mandi, hingga memasak, mereka terpaksa mengambil air dari luar lingkungan pesantren, sebuah kondisi yang tidak hanya menyulitkan, tetapi juga membatasi kenyamanan dan efektivitas aktivitas pendidikan serta ibadah.

Kondisi tersebut kini berubah setelah Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur meresmikan sumur bor titik ke-246 di wilayah Jawa Timur, yang dibangun khusus untuk Pondok Pesantren Subulussalam.

Sumur bor ini menjadi bagian dari program air bersih BMH yang dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi masyarakat dan lembaga pendidikan yang mengalami keterbatasan akses air.

Baca Juga : BMH Resmikan Sumur Bor Ke-245 di Jawa Timur, Amanah Keluarga Hj. Dr. Rini Yulianti Hadirkan Air Bersih untuk Warga Krian Sidoarjo

Pengasuh Pondok Pesantren Subulussalam, K. Basar, S.Pd.I, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya program tersebut. Selama ini, kata dia, kebutuhan air santri sangat bergantung pada ketersediaan sumber milik warga. Dengan hadirnya sumur bor, kebutuhan air harian santri kini dapat dipenuhi secara lebih mudah dan layak.

“Alhamdulillah, sebelumnya kami harus mengambil air dari sumber warga. Sekarang, dengan adanya sumur bor dari BMH, kebutuhan air santri bisa terpenuhi dengan lebih baik. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para donatur,” ujarnya.

Akses Air Bersih Berkelanjutan

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan bagian dari upaya menghadirkan akses air bersih yang berkelanjutan.

Air bersih, menurutnya, merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas kehidupan, terutama dalam lingkungan pesantren.

“Melalui sumur bor titik ke-246 ini, kami berharap aktivitas belajar, ibadah, dan kehidupan sehari-hari santri di Pondok Pesantren Subulus Salam dapat berjalan lebih nyaman dan optimal. Dengan ini dampak zakat, infak dan sedekah melalui BMH bisa maksimal,” jelasnya.

Imam Muslim menambahkan, program sumur bor BMH terus digulirkan sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dengan pendekatan berbasis kebutuhan lapangan dan solusi jangka panjang, BMH berupaya memastikan setiap amanah donatur benar-benar menghadirkan perubahan. Perubahan konkret bagi penerima manfaat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *