Semua Bisa Bikin Desain, Tapi Kenapa Masih Banyak yang Bingung?

Jurusan Desain

Milenianews.com – Sekarang bikin desain itu gampang banget. Aplikasi makin banyak, tutorial ada di mana-mana, dan referensi visual tinggal scroll di media sosial. Banyak orang bisa bikin poster, konten Instagram, sampai logo sederhana. Tapi dibalik kemudahan itu, banyak dari mereka justru berhenti di titik yang sama. Mereka bisa desain, tapi bingung mau melangkah ke mana dan mau menjadikannya apa. Skill ada, tapi arah belum kelihatan. Di sinilah kebingungan mulai muncul.

Baca juga: 6 Kampus Seni dan Desain Paling Diminati di Yogyakarta

Mereka sering ngerasa dunia desain kelihatan penuh peluang, tapi jalurnya terasa samar. Ada yang mulai ragu, desain ini mau tetap jadi hobi, side job, atau serius dijadikan masa depan. Pertanyaan itu muncul karena mereka butuh lebih dari sekadar bisa pakai tools. Mereka butuh arah, konteks, dan tujuan yang jelas.

Jago desain aja sekarang nggak cukup

Di era digital, kemampuan teknis jadi modal awal, tapi bukan penentu akhir. Banyak dari mereka sudah bisa ngedesain dengan rapi dan estetik, tapi pasar kerja menuntut lebih. Industri kreatif mencari orang yang bisa mikir konsep, paham kebutuhan brand, dan mampu menerjemahkan ide ke visual yang tepat. Tanpa kemampuan itu, desain sering berhenti sebagai karya yang bagus secara visual, tapi lemah secara makna.

Mereka juga hidup di era persaingan yang ketat. Semua orang bisa belajar desain, tapi tidak semua orang punya pemahaman mendalam. Di titik ini, desain bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal strategi dan komunikasi. Mereka yang terus berkembang biasanya bukan yang paling jago tools, tapi yang paling paham arah dan tujuan karyanya.

Skill ada, arah karier masih blur

Banyak dari mereka punya skill desain, tapi masih ragu menentukan arah karier. Ada yang tertarik ke desain grafis, ada yang melirik branding, UI/UX, ilustrasi, atau konten kreatif. Karena belum punya pegangan yang jelas, mereka sering mencoba semuanya sekaligus. Akhirnya energi terkuras, fokus pecah, dan hasilnya terasa stagnan.

Arah karier jadi hal penting di dunia desain. Mereka perlu tahu ingin berkembang di bidang apa dan ingin dikenal sebagai apa. Ketika arah sudah jelas, proses belajar jadi lebih terarah dan karya punya identitas. Tanpa arah, peluang sering lewat begitu saja karena mereka belum siap menangkapnya.

Saatnya naik level dan punya arah jelas

Di fase ini, banyak dari mereka mulai kepikiran buat naik level. Mereka nggak cuma pengin jago desain, tapi juga ingin paham konsep, strategi visual, dan nilai di balik sebuah karya. Dunia kreatif sekarang butuh desainer yang bisa berpikir kritis dan adaptif. Visual yang menarik saja sudah nggak cukup kalau tidak didukung pemahaman yang kuat.

Baca juga: Asah Kreativitasmu di DECOMPE 4.0, Kompetisi Desain UI/UX ASEAN yang Bikin Kamu Naik Level!

Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, sekarang menghadirkan Program Studi (Prodi) Desain Komunikasi Visual (DKV), yang akan menjadi ruang buat generasi muda berkembang lebih terarah. Mereka belajar bukan cuma soal teknis desain, tapi juga cara berpikir sebagai kreator yang siap masuk industri. Lingkungan akademik mendorong eksplorasi ide, diskusi, dan pembentukan portofolio yang relevan. Dari sini, desain berubah dari sekadar kemampuan teknis menjadi bekal karier yang lebih jelas dan berkelanjutan.

Dunia desain emang lagi crowded parah, wajar kalo kamu lost. Tapi pertanyaannya, mau stuck di situ aja atau mulai glow up? Di Prodi DKV UBSI, kita bedah desain sampe ke akarnya biar kamu nggak cuma jago gambar, tapi tau market dan peluang ke depannya. It’s not just a skill, it’s your future. Udah siap move ke tempat yang lebih proper buat berkembang? Kuliah…? BSI Aja !!

Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *