Puisi Karya Arsiya Oganara
Kala itu, malam dua puluh tujuh Rajab tahun kesepuluh kenabian, Ahmad al Amin menerima wahyu pelipur duka, lara, dan nestapa dari Sang Maha Pencipta.
Berawal dari Khadijah belahan jiwa serta Abu Tholib pendukung setia menghadap Ilahi, tiada lagi dukungan seruanmu.
Kembali, tekanan, fitnah sampai pengusiran datang bertubi-tubi. Pengingkar kalam-Mu menuduh penerima nubuat dengan sebutan orang gila dan tukang sihir.
Tak cukup kata-kata, fisikpun menderita. Sahabatmu dan orang beriman merasakan dampak angkara murka.
Ketika engkau bersandar di pohon kurma, Maha Penguasa mendukungmu dan selalu ada setiap waktu.
Perjalan spiritual menembus batas dan waktu. Tak mampu nalar manusia mencerna hanya iman di dada.
Waktu itu, seribu limaratus kilometer setara empat puluh hari perjalanan antara Masjidil Haram Kota Suci sampai Masjid al Aqsho yang jauh di bumi diberkahi.
Thoha gelarmu, Maha Pengasih mengirimkan hamba-Nya, Buroq yang berbentuk lain berupa hewan warna putih dengan kecepatan menyamai kilatan cahaya.
Perjalanan malam itu berlanjut naik sampai langit ketujuh. Sidrotul Muntaha batas akhir manusia pilihan dan sempurna sampai disana.
Tak kurang dari sembilan Nabi laksana sahabat karib menyapa beserta salam hangat engkau rasakan, walaupun tak pernah jumpa.
Tiang agama engkau terima. Lima kali sehari umatmu mengejawantahkan firman-Nya, sholat sampai akhir hayat.
Pagi hari setelahnya, riuh-rendah penentang risalah-Nya tetap pada keingkaran semula tiada percaya.
Maha Pengatur memperlihatkan kuasa-Nya. Sosok pria yang dapat dipercaya memberikan kesaksiannya. Abu Bakar as Shiddiq perisai utama kisah perjalanan Nabi akhir zaman.
Sampai kini, spirit perjalanan di waktu malam tetap kokoh membersamai cahaya llahi menerangi bumi tiada henti bagaikan matahari.
Manusia, lejitkan iman dan taqwamu tuk meraih ridho Ilahi Robbi!
Bandar Lampung, 27 Januari 2025
Profil Penulis:
Arsiya Heni Puspita – Arsiya Oganara adalah nama penanya. Lulusan Sarjana Ilmu Komunikasi dengan hobi membaca dan travelling.
Hobi ini pula yang mengantarkannya menjadi professional Journalist yang sudah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan dinyatakan Kompeten.
Juga Professional Tourist Guide dan Professional Tour Leader, Licensed and Certified dari Disparekraf DKI Jakarta dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia.
Saat ini sudah merambah ke dunia sastra dan kegemarannya menulis tersalurkan dengan menulis cerpen, fiksi mini, puisi, puisi esai, dan karya jurnalistik lainnya.
Cerpen umumnya dari kisah perjalanan hidupnya seperti ketika menjadi Tour Leader untuk Halal Tour mancanegara, kesedihannya saat Umak dan Abahnya menghadap Allah swt.
Arsiya Oganara sangat senang bertemu dengan orang baru, persahabatan bisa dilakukan melalui medsosnya. FB: Arsiya Heny Puspita. IG: arsiyahenyhdl. Email: hennyarsiya@gmail.com.













