Milenianews.com, Jakarta – Pembahasan soal kecerdasan buatan makin panas, dan UIN Jakarta jadi salah satu kampus yang berani angkat suara. Kampus ini sebelumnya sudah lebih dulu meresmikan kebijakan penggunaan AI melalui Surat Keputusan Rektor No. 127/2025 yang diteken pada (3/6). Lewat keputusan itu, AI boleh dipakai mahasiswa maupun dosen untuk kepentingan akademik tentu saja dengan aturan main yang jelas dan berbasis etika.
Di kesempatan itu, pihak kampus menegaskan bahwa langkah ini bukan semata ikut tren teknologi, tapi bagian dari komitmen membangun budaya digital yang sehat. Dalam keterangannya pada (3/6), kampus menekankan bahwa pemanfaatan AI harus tetap berpijak pada prinsip amanah dan keadilan. Mereka juga meresmikan Artificial Intelligence and Literacy Innovation Institute (ALII) sebagai pusat literasi dan pengembangan teknologi AI di lingkungan kampus. Direktur ALII menyebut bahwa institusi ini dibentuk untuk memastikan inovasi berjalan selaras dengan nilai etis dan tetap mengutamakan integritas akademik.
Modernisasi ini makin terasa ketika perpustakaan UIN Jakarta meluncurkan fitur “AI Smart Search” yang membantu mahasiswa mencari buku, jurnal, dan skripsi secara lebih cepat. Peluncuran sistem baru itu diumumkan pada (10/10) dan langsung jadi sorotan karena memudahkan mahasiswa yang sedang berburu referensi.
Literasi AI didorong lewat seminar yang relevan
Sosialisasi AI juga terus digencarkan. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah seminar “Smart Writing – Leveraging AI for Successful Undergraduate Thesis” yang digelar pada (7/10). Dalam acara itu, para pemateri mengingatkan mahasiswa bahwa AI bukan pengganti otak manusia AI hanya alat bantu, sementara kreativitas dan kemampuan berpikir kritis tetap ada di tangan penggunanya. Mereka menegaskan bahwa penggunaan AI dalam tugas dan skripsi sah-sah saja, asal atribusi dicantumkan dengan jujur dan tidak menghilangkan orisinalitas karya.
Di sisi lain, UIN Jakarta tetap memberikan alarm keras tentang risiko AI yang digunakan tanpa etika. Para akademisi mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan bisa membuat mahasiswa kehilangan kemampuan berpikir mandiri. AI yang memberi jawaban instan memang menggoda, tapi di balik itu ada potensi turunnya daya nalar, bias informasi, bahkan misinformasi jika pengguna tidak melakukan pengecekan ulang.
Dengan semua dinamika ini, UIN Jakarta seolah ingin menegaskan satu hal: AI boleh dipakai, tapi jangan sampai merusak cara berpikir. Kampus mendorong mahasiswa tetap kritis, tetap kreatif, dan tetap bertanggung jawab atas apa pun yang mereka hasilkan. Karena di era digital sekarang, bukan cuma soal bisa pakai teknologi, tapi bagaimana tetap jadi manusia yang punya integritas saat teknologi makin canggih.
Tonton podcast Milenianews yang menghadirkan bintang tamu beragam dari Sobat Milenia dengan cerita yang menghibur, inspiratif serta gaul hanya di youtube Milenianews.













