News  

Prof. Rokhmin Dahuri Tegaskan Pentingnya  Karantina Berstandar Negara Maju  dan Sinergi Nasional untuk Lindungi Hayati

Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Rokhmin Dahuri menjadi salah satu  narasumber Forum Kepakaran Indonesia yang membahas penguatan sistem karantina dan perlindungan sumber daya hayati, di Jakarta, beberapa hari lalu. (Foto: Dok Dulur Rokhmin)

Milenianews.com, Jakarta– Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri  MS. menegaskan perlunya sinergi menyeluruh antara pemerintah, kementerian/lembaga, sektor swasta, hingga masyarakat untuk memperkuat sistem karantina. Tujuannya: memastikan Indonesia memiliki sistem karantina yang setara dengan negara maju.

Hal itu dia ungkapkan pasca acara Forum Kepakaran Indonesia yang diselenggarakan di Balai Pustaka, Jakarta, setelah sesi diskusi yang membahas penguatan sistem karantina dan perlindungan sumber daya hayati, beberapa hari lalu.

Guru Besar Kelautan dan Ilmu Perikanan IPB University itu menyebutkan Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan  penguatan sistem karantina:

  1. Kolaborasi Total: Kunci Sistem Karantina yang Kuat

Rokhmin menilai bahwa penguatan sistem karantina tidak mungkin dicapai tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan. Ia mengapresiasi pola kerja Badan Karantina yang kini lebih partisipatif—sebelum membuat regulasi, masukan dari stakeholder selalu diminta terlebih dahulu. Menurutnya, pendekatan ini sudah on the track untuk membangun ketahanan pangan dan perlindungan hayati yang modern.

Baca Juga : Dorong Arah Baru RUU Pangan, Prof. Rokhmin: Stop Ketergantungan Impor

  1. Standar Negara Maju: Arah Besar yang Harus Dicapai

Ia mengusulkan agar sistem karantina Indonesia meniru standar negara maju—bukan hanya dari regulasi, tetapi juga dari sisi infrastruktur, teknologi, integrasi data, koordinasi lintas lembaga, dan kualitas sumber daya manusia. Transformasi ini penting agar Indonesia mampu mencegah masuknya hama penyakit, melindungi biodiversitas, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

 

  1. Middle Income Trap: Tiga Syarat untuk Naik Kelas

Rokhmin mengaitkan pentingnya penguatan sistem karantina dengan agenda besar Indonesia untuk keluar dari middle income trap. Ia menegaskan tiga syarat mendasar:

  • Peningkatan produktivitas nasional,
  • Daya saing yang lebih tinggi,
  • Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,

“Penguatan sistem karantina berperan langsung dalam meningkatkan daya saing Indonesia di sektor pangan, pertanian, dan perdagangan global,” kata Prof. Rokhmin yang juga rektor Universitas UMMI Bogor.

  1. Benchmarking Global: Bandingkan & Tingkatkan

Ia menekankan bahwa daya saing Indonesia harus diukur dan dibandingkan terus dengan negara lain yang sudah unggul. “Dengan begitu, perumusan kebijakan karantina dapat diarahkan agar benar-benar menjawab tantangan global, bukan sekadar memenuhi prosedur administrative,” kata Prof. Rokhmin yang juga ketua umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI).

Ketua DPP PDI-Perjuangan Bidang Kelautan Perikanan tersebut menegaskan bahwa perlindungan sumber daya hayati adalah fondasi ketahanan pangan. “Tanpa sistem karantina yang kuat dan kolaboratif, Indonesia akan kesulitan bersaing dan sulit naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi,” tegas Prof. Rokhmin Dahuri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *