Facebook Diboikot Ratusan Pengiklan

Karyawan Facebook diprotes karyawan nya Diboikot Ratusan Pengiklan
Platform Facebook

Milenianews.com – Gerakan boikot pasang iklan di Facebook dimulai Rabu (1/7) merupakan kampanye Stop Hate for Profit.  Sekitar kurang lebih 400 merk terkenal di dunia telah meninggalkan Facebook. Facebook diboikot ratusan pengiklan hingga merugi ratusan triliun.

Setelah adanya gelombang protes anti rasialisme yang dipicu akibat kematian George Floyd menyebar ke seluruh dunia. Organisasi hak sipil Amerika Serikat meminta berbagai perusahaan multinasional mengambil aksi nyata dengan menghentikan sementara pasang iklan di facebook.

Gerakan ini dilakukan untuk menghilangkan ujaran kebencian di teknologi mereka. Karena Facebook dianggap gagal mengatasi ujaran kebencian.

Baca juga: XBOX Gandeng Facebook Gaming Setelah Microsoft Bubarkan Mixer

Perusahaan-perusahaan besar dunia sepakat menghentikan iklan di Facebook sebagai kampanye Stop Hate for Profit. Penghentian sementara pasang iklan di Facebook ini dilakukan untuk bulan Juli.

Di antara ratusan perusahaan itu diantaranya Hershey, Patagonia, REI, Lending Club dan The North Face telah mengumumkan untuk bergabung pada kampanye tersebut.

Unilever, Coca-Cola, Honda dan Verizon pun turut serta mendukung gerakan boikot pasang iklan di Facebook. Bahkan Unilever telah mengumumkan berhenti beriklan sampai 31 Desember 2020.

Menurut para agensi periklanan, gerakan boikot ini akan menjadi ujian bagi para pengiklan. Pengiklan dituntut tetap terhubung dengan jutaan orang tanpa media sosial sebesar Facebook.

Dengan ditariknya iklan-iklan dari perusahaan-perusahaan itu membuat saham Facebook jatuh hingga 8,3 persen, Jumat (26/6).

Mark Zuckerberg sudah kehilangan kekayaan sebesar US$7,2 miliar atau setara dengan 102 triliun dengan kurs Rp14.240, dikutip dari Bloomberg.

Baca juga: Facebook Shops, Layanan Facebook yang Terintegrasi E-commerce

Menanggapi kritikkan yang sudah berkembang ini, Mark Zuckenberg mengatakan akan menandai semua postingan pengguna platform Facebook dan berjanji akan memperluas definisi ujaran kebencian.

Saat ini Facebook telah memiliki hubungan yang sulit dengan kelompok-kelompok hak sipil selama bertahun-tahun. Facebook juga dituduh terlibat dalam mempengaruhi pemilih dalam pesta demokrasi di berbagai negara.

“Stop Hate for Profit” telah menyampaikan serangkaian tuntutan kepada Facebook. Facebook diminta lebih transparan terhadap banyaknya insiden ujaran kebencian yang dilaporkan. Selanjutnya, platform media sosial ini dituntut berhenti menghasilkan pendapatan iklan dari konten berbahaya. (Umi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *