Milenianews.com, Cirebon– Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) BMH Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan pesantren dengan menyalurkan bantuan beras untuk santri. Program yang dilaksanakan pada Kamis, 25 September 2025, ini menjadi langkah nyata BMH dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar para santri di dua wilayah, yaitu Cirebon dan Purwakarta, demi kelancaran proses belajar mereka.
Bantuan Logistik dan Pemberdayaan Warga
Penyaluran bantuan beras ini menyasar Yayasan Manarussalam Pondok Pesantren Hidayatullah Cirebon dan Pesantren Hidayatullah Purwakarta.
Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Barat, Yusep Suhendar, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk perhatian BMH terhadap dunia pendidikan Islam.
“Santri adalah aset bangsa yang harus kita dukung, tidak hanya dalam pendidikan agama tetapi juga kebutuhan dasar mereka. Kami berharap, dengan bantuan ini, para santri bisa lebih fokus menuntut ilmu tanpa khawatir kekurangan pangan,” ujarnya.
Antusiasme dan rasa syukur disampaikan oleh pihak pesantren. Ustadzah Risma, salah satu Musyrifah Yayasan Manarussalam, mengucapkan terima kasih kepada BMH dan para muzaki.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi santri,” tuturnya. Senada dengan itu, Ustadz Saepul, Ketua Yayasan Pesantren Hidayatullah Purwakarta, bahkan sudah menghubungi tim BMH jauh-jauh hari untuk meminta silaturahmi sekaligus penyaluran bantuan.
Program bantuan ini semakin istimewa karena beras yang disalurkan bukan hanya berasal dari donasi, melainkan hasil dari program pemberdayaan warga binaan BMH.
Beras tersebut dibeli dari petani di Kampung Cisema, Desa Mangunjaya, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Ini menunjukkan bahwa sedekah yang disalurkan tidak hanya bermanfaat bagi santri, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat lokal.

Pembangunan Berkelanjutan Melalui Sedekah
Menyalurkan sedekah kepada para santri merupakan investasi jangka panjang. Mereka adalah calon pemimpin dan ulama yang kelak akan mewarnai pembangunan Indonesia.
Mendukung kebutuhan dasar mereka adalah pembangunan yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan memastikan santri mendapatkan gizi yang cukup, BMH secara tidak langsung berinvestasi pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Baca Juga : Tebar Kebaikan di Pesisir: BMH Salurkan Bantuan Kafarat untuk Lansia Kampung Nelayan
Program BMH ini menjadi contoh konkret bagaimana dana zakat bisa disalurkan secara tepat sasaran, tidak hanya untuk tujuan konsumtif, tetapi juga produktif dan berdampak luas.
“Ini membuktikan bahwa setiap butir beras yang disumbangkan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang unggul secara spiritual dan intelektual,” tutup Yusef.













