News  

Satu Sehat Mobile, Terintegrasi dengan Data Rekam Medis, RS, Hinggga BPJS Kesehatan

Aplikasi PeduliLindungi Akan Berganti Nama

Milenianews.com, Jakarta – Aplikasi PeduliLindungi yang selama masa pandemi digunakan untuk melacak penyebaran Covid-19, akan berganti nama dan diperluas fungsinya akhir bulan ini.

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Setiaji mengatakan bahwa, aplikasi PeduliLindungi akan segera bertransformasi dan berubah namanya menjadi Satu Sehat mobile.

Baca juga : Layanan Teledokter Tersedia di Aplikasi PeduliLindungi

“Kami sedang transisi PeduliLindungi menjadi Satu Sehat. Kami akan meluncurkan, mudah-mudahan, akhir 28 Februari kami akan meluncurkan menjadi Satu Sehat Mobile,” imbuh Setiaji.

Aplikasi Satu Sehat Mobile akan resmi berubah pada akhir Februari nanti. Sementara itu, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak menghapus aplikasi tersebut, meski telah berganti nama dan fungsi.

Satu Sehat Mobile, nantinya akan memiliki banyak manfaat. Aplikasi tersebut akan menyediakan keperluan kesehatan umum yang menyimpan hampir seluruh rekam medis pengguna dan tidak hanya yang berkaitan dengan Covid-19.

Rekam medis dalam aplikasi Satu Sehat termasuk rekam vaksinasi, hasil pemeriksaan laboratorium, hingga basis data stunting. Aplikasi tersebut akan memudahkan masyarakat dan tenaga medis perihal penyimpanan dan pertukaran data kesehatan yang lebih efektif dan efisien.

Awal aplikasi Satu Sehat terencana

Satu Sehat merupakan aplikasi kesehatan yang pada bulan Juli 2022, melalui Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin resmi meluncurkannya. Menkes resmi meluncurkan program integrasi data rekam medis pasien ke dalam satu platform Indonesia Healty Service (IHS) dengan nama Satu Sehat.

Tidak hanya rekam medis, Satu Sehat juga terintegrasi dengan apotek hingga rumah sakit di berbagai daerah serta PeduliLindungi. Menkes juga memiliki target untuk menyatukan 32 rumah sakit daerah, puskesmas, laboratorium dan apotek untuk terintegrasi di akhir tahun 2023 ini.

Melalui aplikasi tersebut, masyarakat tidak perlu lagi membawa berkas rekam medis fisik bila harus berpindah rumah sakit. Sebab semua rekam medis pasien telah terekam secara digital pada aplikasi tersebut.

Tidak hanya pasien, Tenaga kesehatan juga tidak perlu lagi memasukkan data berulang pada aplikasi yang berbeda. Kemenkes juga berencana melakukan integrasi Satu Sehat dengan BPJS kesehatan.

Data yang akan terintegrasi diantara sistem ialah pencatatan tuberkolosis, pencatatan digital kematian maternal dan perinatal, imunisasi, rujukan nasional, kesehatan ibu dan anak, informasi manajemen terpandu pada kesehatan lingkungan dan pengendalian penyakit.

Baca juga : 5 Tips untuk Memperkuat Kuku yang Sehat!

Menkes Budi berharap, semua rumah sakit dapat terkoneksi di akhir tahun 2023 mendatang. Tidak hanya rumah sakit pemerintah, melainkan juga rumah sakit swasta.

Fase integrasi

Proses integrasi data ke aplikasi akan dilakukan melalui beberapa tahapan dengan target melengkapi data yang termasuk ke dalam resum medis IHS.

  • Pertama, data pendaftaran pasien dan diagnosis
  • Kedua, data prosedur medis, data kondisi vital dan data diet
  • Ketiga, data obat terintegrasi dengan kamus obat (KFA)
  • Keempat, data observasi laboratorium dan data observasi radiologi
  • Kelima, data alergi dan data kondisi fisik

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *