Milenianews.com – Oppenheimer telah jadi salah satu film yang banyak ditunggu para penonton yang baru keluar pada 2023 mendatang. Karakter utama dari film Oppenheimer adalah Robert Oppenheimer sendiri yang diperankan oleh bintang serial Peaky Blinders Cillian Murphy.
Film yang disutradarai salah satu sutradara terbaik dunia Christopher Nolan ini terinspirasi dari kisah nyata Robert Oppenheimer. Oppenheimer adalah seorang fisikawan yang menjadi peran utama dalam pembuatan Manhattan Project. Karena ini, dunia geger dan hampir terjadinya perang nuklir pada perang dunia kedua.
Baca Juga : Siapa Villain yang Akan Muncul dalam Spider-Man: Across the Spider-Verse?
Siapa itu Robert Oppenheimer?
Robert adalah seorang fisikawan murni yang berasal dari Amerika dan sering banyak orang kenal sebagai “Bapak Bom Atom”. Julukan itu datang karena ia memang menjadi faktor utama dari berhasilnya Manhattan Project dan Tes Bom Nuklir.
Ia juga adalah salah satu ilmuwan terkemuka pada masanya, yang mahir terhadap bidang Fisika Nuklir dan Aerodinamika Kuantum. Robert adalah salah satu faktor terbesar ketika Amerika mengembangkan Bom Atom pada Perang Dunia Kedua.
Robert Oppenheimer banyak menghabiskan waktunya untuk mengembangkan senjata nuklir dan bom atom yang akan di tes pada Manhattan Project. Tes pertama yang berhasil Robert lakukan adalah The Trinity Test di kawasan New Mexico. Menjadikan tes itu adalah bom atom pertama didunia.
Para ilmuwan bekerja keras pada komando Oppenheimer untuk menciptakan dua tipe bom baru. Yang pertama bernama “The Little Boy” dengan berbahan dasar Uranium, dan yang kedua adalah “The Fat Man” yang berbahan dasar Plutonium. Dua dari bom itu adalah buatan Los Alamos, yang menjadikan sejarah penting Amerika yang dapat menghentikan perang dunia kedua.
Baca Juga : Johnny Depp Tidak Jadi Perankan Jack Sparrow, Lagi!
Hiroshima dan Nagasaki
Lain itu, ketika kepala militer Manhattan Project telah mengidentifikasi bahwa Hiroshima dapat menjadi sasaran utama. Alasannya karena tidak adanya tawanan perang Amerika pada daerah itu. Mereka yakin bahwa hal ini bisa menyudahi dan membuat Jepang menyerah. Tapi nyatanya Jepang tidak menganggap percobaan di Los Alamos itu menjadi mara bahaya.
Dengan tidak menyerahnya Jepang, pada 6 Agustus 1945, pesawat pembom Enola Gay menjatuhkan bom “The Little Boy” dari ketinggian 1900 kaki di langit Hiroshima. Menyebabkan kerusakan parah sejauh 5 mil dari titik pusat bom.
Tiga hari kemudian, dengan tidak adanya tanda menyerah dari Jepang. 9 Agustus “The Fat Man” jatuh dari langit Nagasaki yang menyebabkan kerusakan sampai 3 mil jauhnya.
Dua bom itu telah menewaskan lebih dari 100 ribu orang. Jepang mengumumkan menyerah pada Amerika pada 10 Agustus dan menyusul dengan resmi pada 14 Agustus 1945. (Esa Ardhany)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.