Universitas Nusa Bangsa Gelar Seminar Tentang Riset dan Sinergi

Seminar Nasional UNB
Seminar Nasional Universitas Nusa Bangsa

Milenianews.com, Bogor – Universitas Nusa Bangsa (UNB) menggelar seminar tentang riset dan sinergi, di Gedung Auditorium UNB pada Rabu (16/11).

Sebanyak 99 pemakalah hadir secara hybrid (online dan offline) menyampaikan hasil analisis dan penelitan.

Baca Juga : Rektor IPB University Berikan Beberapa Pesan Penting dalam Seminar Nasional Pendidikan 2022

Mereka berasal dari tujuh universitas, instansi pemerintah dan perusahaan berbeda yang hadir dalam acara yang digelar secara hybrid tersebut.

Pemaparan materi disampaikan oleh para pembicara tamu di antaranya Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA), Prof. Irwan Sukri Banuwa, Guru Besar IPB dan Ketua Pusat Studi Sawit IPB, Prof. Dr. Budi Mulyanto, Pusat Penelitian Kimia, BRIN RI, Dr. Tjandrawati, dan Ketua LP2M UNB, Dr. Zainal Muttaqin.

Menariknya, acara ini tidak hanya dihadiri dari Kota Bogor saja, tapi juga ada beberapa kota lain seperti: Bali, Riau dan Bandung. Seperti yang dikatakan oleh Sofian Iskandar, selaku Ketua Pelaksana Kegiatan yang menjelaskan bahwa seminar ini merupakan seminar rutin yang digelar setiap tahunnya.

“Kami sebagai lembaga pendidikan memiliki kewajiban melakukan dan menuangkan penelitian dan pengkajian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan ilmiah pemerintah serta bentuk kontribusi para akademisi pada pembangunan berkelanjutan,” ujar Sofyan.

Dalam acara ini juga turut hadir Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dr. Ir. Bambang Supriyanto.

Pada sambutannya, Bambang mengapresiasi forum yang dihelat UNB ini. Menurutnya, seminar nasional tersebut tidak hanya berorientasi pada jurnal dan publikasi saja. Melainkan juga menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan di bidang ekonomi, ekologi dan sosial.

“Riset sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan inovasi merubah IPTEK menjadi barang dan jasa yang efektif serta efisien,” kata Bambang.

Baca Juga : Universitas BSI dan DCC Berkolaborasi Hadirkan Acara Seru Bagi Siswa Sekolah

Ia juga menjelaskan, seminar nasional ini bertujuan untuk mendorong kesadaran akademisi.

“Peneliti tidak hanya memikirkan indikator input output tapi juga penyelesaian masalah untuk daya saing kemajuan bangsa dan negara. Dengan demikian hasilnya bisa dinikmati pemerintah sebagai pengambil keputusan, pelaku ekonomi, teknologi membuat efisien dan efektif bagi masyarakat,” jelasnya.(Herlin Aprilianty)

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *