Milenianews.com – Pada saat bulan Ramadhan, umat Islam tidak hanya dianjurkan untuk berpuasa dalam mengendalikan hawa nafsunya saja. Melainkan, mereka juga dianjurkan untuk melaksanakan ibadah sunah yakni shalat tarawih.
Dalam pelaksanaan shalat tarawih sebetulnya masih sama seperti pada umumnya yaitu dilakukan 8 rakaat atau 20 rakaat yang kemudian dilanjutkan tiga rakaat shalat witir dan doa untuk penutup.
Baca Juga : Tata Cara dan Niat Salat Tarawih di Rumah
Selain ibadah, dalam shalat tarawih juga terdapat tradisi unik di berbagai daerah nusantara.
Berikut 4 tradisi tarawih di berbagai daerah nusantara:
Shalat tarawih yang menyatukan dua aliran di Kota Solo
Masjid Agung di Kota Solo merupakan saksi bisu penyebaran Islam di daerah tersebut. Pada bulan ramadhan, sang imam masjid kerap menggunakan bahasa Arab dan Jawa dalam memimbing jamaah.
Bahkan, masjid ini yang menyediakan dua orang imam untuk memimpin ‘dua cara’ shalat tarawih.
Sebetulnya, tradisi shalat yang menyatukan dua aliran ini sudah dilakukan di masjid ini sejak Muhtoharom pada tahun 1985. Hal ini untuk menghindari perselisihan.
Shalat tarawih secepat kilat di Blitar
Tradisi shalat tarawih secepat kilat, dilakukan oleh Pondok Pesantren Mambaul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar.
Bahkan, tradisi ini sudah dilakukan selama satu abad lebih. Alasannya, karena banyak warga yang enggan mengikuti shalat tarawih lantaran lelah bekerja.
Maka dari itu shalatnya sangat cepat, secepat kilat. Meski begitu, sang imam tidak mengurangi rukun atau syarat shalat yang keluar dari syariat hukum Islam.
Shalat Tarawih Satu Malam Satu Juz
Di beberapa masjid di Indonesia, terdapat tradisi unik saat shalat tarawih, salah satunya yaitu satu shalat tarawih satu juz (One Night One Juz).
Beberapa masjid yang menerapkan aturan ini seperti Masjid Agung Al Barkah di Bekasi, Masjid Tebu Ireng di Jombang, Masjid Al Hikmah di Jakarta Selatan dan masih banyak lagi.
Para imam masjid ini biasanya membaca satu juz Ayat Al-Quran saat shalat tarawih berlangsung. Jika sobat milenia mengikuti tradisi shalat ini, dalam sebulan bisa mengkhatamkan Al-Quran lho.
Tarawih dini hari di Yogyakarta
Biasanya shalat tarawih dilakukan setelah Isya, berbeda halnya di Masjid Gedhe Kauman yang memberlakukan dua waktu shalat sunah tarawih.
Baca Juga : Tradisi Unik Budaya Masyarakat Banten
Shalat tarawih yang pertama dilakukan setelah Isya. Sedangkan yang kedua pada pukul 2 dini hari.
Hal ini dilakukan pengurus masjid untuk menyediakan waktu dan tempat bagi jamaah yang belum sempat mengikuti tarawih usai shalat Isya.(Reporter 1)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.