Milenianews.com – Selama menjalani diet, sering kali kita berfikir harus mengatur pola makan dan berolahraga secara teratur. Tetapi apakah sobat milenia yakin dengan kedua hal itu saja berat badan bisa turun?
Mungkin ini akan menjadi bahan refleksi diri ketika kamu merasa sudah melakukan diet tetapi berat badan masih tak kunjung turun. Coba di ingat barangkali penggunaan minyak masih kurang tepat untuk diet.
Baca Juga : Ingin Diet Sehat? Coba dengan Konsumsi Buah dan Sayur Fermentasi
Menurut Janvi Chitalia, selaku ahli gizi kebugaran mengatakan, tidak ada minyak khusus yang mampu menghilangkan lemak, karena pada dasarnya minyak terbuat dari lemak murni. Jika dihitung, satu unit lemak sama dengan sembilan kalori.
Tak perlu khawatir, mengutip dari motherandbeyond.id, minyak terbagi menjadi dua yakni minyak yang mengandung lemak jenuh dan lemak tak jenuh.
Bagi sobat milenia yang ingin diet perlu menggunakan minyak tak jenuh karena lebih bagus untuk kesehatan dalam menurunkan berat badan.
Berikut 3 minyak sehat yang baik untuk menurunkan berat badan:
Minyak Zaitun

Selain bagus untuk menurunkan berat badan, minyak zaitun juga mampu mencegah penyakit kardiovaskular dan kanker. Hal ini karena adanya lemak sehat yang ada di dalam kandungan minyak zaitun.
Tetapi perlu diingat, dalam penggunannya jangan berlebihan. Terdapat 119 kalori dan 13,5 gram lemak tak jenuh tunggal, dalam 1 sendok makan berukuran 15ml.
Lemak tak jenuh tunggal yang terdapat dalam minyak zaitun, juga dapat membantu menurunkan kadar kolestrol. Jadi kamu akan mendapatkan banyak sekali manfaat dari minyak ini.
2. Minyak Canola

Canola berasal dari tanaman lobak dan biji dalam canola. Minyak ini dianggap sebagai minyak sehat.
Menurut Harvard, minyak ini juga mengandung jumlah pitosterol yang bagus untuk mengurangi penyerapan kolestrol dalam tubuh.
Mengutip livestrong.com, satu studi acak dari 100 orang mengatakan, minyak canola dapat membantu orang menghilangkan lemak di perut. Terutama jika mereka obesitas.
Mereka menggunakan minyak canola sebagai pelengkap dari smoothie yang dikonsumsi setiap hari selama sebulan. Pada bulan terakhir lemak mereka hampas sekitar seperempat pon lemak di perut.
3. Minyak Kelapa

Menurut National Institutes of Health (NIH), minyak kelapa terbuat dari lemak jenuh. Dalam 1 sendok makan minyak kelapa, mengandung 11 gram lemak jenuh dan ini sering dikaitkan dengan penambahan berat badan oleh NIH.
Dalam penggunaan minyak kelapa, NIH merekomendasikan asupan lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang lebih sehat.
Baca Juga : Saat Pandemi, Tren Kuliner Makanan Sehat naik 32%
Meski minyak kelapa memungkinkan terjadinya penambahan berat badan, penggunaannya dalam porsi sedang, memungkinkan sobat milenia akan mengalami turun berat badan, menurut Mayo Clinic.
Oleh karena itu saat mengonsumsi minyak kelapa tidak boleh lebih dari 10ml dalam tiga kali sehari.(Reporter 1)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.