Milenianews.com, Bali – Seniman Rusia, Pokras Lampas, berkesempatan untuk menorehkan kaligrafi terbesar di Indonesia. Kaligrafi bertemakan perdamaian ini, ia lukis di atap villa seluas 980 m2 milik pebisnis properti asal Ukraina, Alex Stefan.
Karya yang bertajuk “World United” ini dibuat dalam lima bahasa, Rusia, Ukraina, Inggris, Indonesia, dan Tiongkok.
Baca Juga : 10 Wisata Kuliner Bogor Instagramable
Karya bertemakan perdamaian ini dinilai cocok sebagai torehan saat ini, di tengah situasi dunia yang sedang tidak menentu. Terutama karena adanya ketegangan militer antara negara Rusia dan Ukraina.
Bali, secara khusus dipilih karena letaknya yang strategis sebagai tempat berkumpul
berbagai orang dari mancanegara, mulai dari wisatawan, insan kreatif, dan pebisnis.
Di tengah pandemi yang sedang berlangsung, pengunjung dari mancanegara tetap berupaya dapat mengunjungi Pulau Dewata ini.
“Dimanapun kita berada, perlu ingat, bahwa dunia ini satu meskipun kita berasal dari negara dengan budaya yang berbeda-beda. Saya melukis “МИР ЕДИН” (Mir Yedin) yang berarti World United (Dunia Bersatu) dalam lima bahasa agar semua orang yang melihatnya bisa membawa makna dari kata-kata ini ke dalam hati,” ucap Pakras Lompas kepada media, Senin (7/3).
Terkait hal ini, Alex Stefan menambahkan, “Saya datang ke Bali dari Ukraina enam tahun lalu. Karya Dunia Bersatu ini bernafaskan toleransi, persahabatan, dan penghormatan satu sama lain. Saya sangat senang karena kami memang membangun vila yang aksitekturnya selaras dengan alam. Akan sangat baik jika dengan karya ini, bangunan kami juga bisa selaras dengan manusia dari berbagai budaya,” ucap Alex
“Kami tidak menginginkan perang. Kami ingin membangun masa depan bersama-sama. Kami mau perdamaian di seluruh dunia,” tambahnya.
Pelukisan kaligrafi bertemakan perdamaian ini, sangat diapresiasi oleh Yuana Rochma Astuti selaku Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.
Menurutnya, lukisan ini penuh makna di tengah situasi dunia yang sedang tegang. Ia mengaku bersyukur Bali menjadi tempat yang dipilih untuk melukiskan kaligrafi perdamaian ini, mengingat citra Bali sebagai tempat yang penuh kedamaian.
“Indonesia, dan khususnya Bali, tentu sangat mendukung upaya perdamaian yang saat ini sedang diusahakan berbagai pihak. Karena itu, kami sangat mengapresiasi bentuk seni ini sebagai perwujudan dari keinginan rakyat dari seluruh dunia akan perdamaian,” tutup Yuana.
Sebelumnya, Pokras Lampas dikenal dengan gayanya yang memadukan seni kaligrafi kuno dan seni graffiti yang didapuknya menjadi sebuah aliran baru bernama “kaligrafuturisme”.
Baca Juga : Unik! Alun-alun Bawah Tanah Pertama di Indonesia, Ada di Surabaya
Pokras telah menorehkan karyanya di Gedung tertinggi Roma, di kosmodrom Baikonur di tengah Rusia, dan gedung Red October di Moskow, Rusia.
Ia juga telah bekerja sama dengan brand ternama seperti Nike, Mercedes-Benz, Lamborghini, dan lainnya. Adapun karya “World United” ini digoreskan Pokras Lampas selama dua minggu, yaitu dari 16 Februari – 6 Maret 2022.(Rifqi Firdaus)
Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.