Acer Terkena Serangan Ransomware REvil Dengan Tebusan 720 Miliar

Para peretas kembali melakukan serangan ransomware ke beberapa perusahaan besar. Kali ini, kabarnya perusahaan Acer menjadi salah satu korban penyerangan ransomware REvil.
Sumber Cyberthreat

Milenianews.com – Para peretas kembali melakukan serangan ransomware ke beberapa perusahaan besar. Kali ini, kabarnya perusahaan Acer menjadi salah satu korban penyerangan ransomware REvil.

Dikutip dari BleepingComputer(22/3), ransomware REvil dari salah satu peretas terkenal ini berhasil membobol perusahaan Acer. Sehingga perusahaan ini harus mempersiapkan uang tebusan sebesar USD50 juta atau Rp720 miliar untuk mendapatkan data mereka kembali.

Kabarnya, para peretas kemungkinan menggunakan celah keamanan dari celah pada Microsoft Exchange untuk masuk ke jaringan perusahaan.

Baca Juga : Update Cyberpunk 2077 Tertunda Setelah Serangan Ransomware

Untuk pembayarannya, para peretas pun telah memberikan batas waktu kepada Acer untuk membayar uang tebusan tersebut hingga 28 Maret mendatang. 

Para peretas mengklaim jika mereka telah mendapatkan beberapa data yang sangat penting. Sangat wajar jika melihat dari jumlah uang tebusan yang sangat tinggi ini. mereka mengkalim telah memiliki data dan dokumen yang mencakup spreadsheet keuangan, saldo bank, dan komunikasi bank.

Kebocoran data Acer di situs ransomware REvil
Sumber : Bleeping Computer

Baca Juga : EximBank, Bank dari Indonesia Terkena Serangan Hacker

Pihak Acer pun belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Mereka juga belum mengakui bahwa mereka telah terserang oleh peretas menggunakan ransomware. Namun mereka baru melaporkan “situasi abnormal” di perusahaan mereka kepada pihak penegak hukum.

Acer juga mengatakan “ada penyelidikan yang sedang berlangsung dan demi keamanan, kami tidak dapat mengomentari detailnya.” dalam wawancara dari BleepingComputer, Kamis (18/3) lalu.

Baca Juga : Source Code Cyberpunk 2077 Dilelang di Forum Hacker

Hingga saat ini masih belum ada informasi lainnya terkait apakah rencana Acer dengan pemberitaan yang ada ini. Juga belum ada informasi tentang seberapa besar potensi kerugian akibat kebocoran data ini jika peretas menjual datanya ke perusahaan atau perorangan lain. (Latif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *