Selamatkan Identitas Nasional

Mata Akademisi Selamatkan Identitas Nasional

Mata Akademisi, Milenianews.com – Semakin bertambahnya tahun kelakuan warga Indonesia semakin ada saja hal yang membuat haru biru, moral yang luntur menghilang bersama datangnya peradaban baru. Krisis akan identitas menjadi sesuatu yang serius bagi Indonesia dan hal itu merupakan tantangan yang harus bisa kita hadapi bersama. Lahir di negeri yang kaya akan keberagaman, mengharuskan kita membangun semangat dan solidaritas saling membantu supaya Indonesia mampu memasuki masa dimana menjadi Negara yang benar-benar maju.

Semakin berkembangnya zaman dan teknologi membuat karakter warga Negara Indonesia semakin bergeser dan sedikit demi sedikit melupakan apa yang seharusnya menjadi identitas yang seutuhnya sebagai warga Negara Indonesia. Terfasilitasi dengan media dan teknologi internet yang hadir di tengah-tengah masyarakat mampu mempengaruhi bahkan mendominasi berbagai informasi mengenai dunia luar yang mana hal tersebut dapat meninggalkan bekas ataupun bayangan bagi warga Indonesia yang menjadikannya sebagai obsesi baru.

Baca Juga : Bahagia dan Cemas dalam Bingkai Corona

Sebagaimana dalam pembukaan UUD 1945, kita bangsa Indonesia harus mempunyai satu cita-cita yang luhur bukan hanya untuk diri sendiri melainkan bagi Negara tercinta kita Indonesia. Kita buktikan dan dedikasikan perjuangan yang penuh dengan tumpah darah para pahlawan dengan memberi tahu dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang hebat. Indonesia kita harus dijaga, karena negeri ini milik kita bersama, maka pikirkanlah sesuatu yang menyangkut nasib kita semua.

Citra baru dimata bangsa lain akibat karakter warga Negara yang terlanjur sudah banyak dikenal melahirkan perspektif yang mana melenceng dan berada diluar identitas sebagai warga Negara Indonesia yang sesungguhnya. Banyak sekali karakter yang sekarang itu berkebalikan dengan nilai-nilai luhur dari bangsa Indonesia. Maftuh (2008) menyatakan bahwa “Pada saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan terhadap penerapan dan implementasi nilai-nilai pancasila”.

Padahal pancasila merupakan nilai dan ideologi dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat Indonesia. Apa artinya nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial jika tidak ada pada diri warga negaranya. Kemungkinan besar bangsa lain menganggap bahwa kita ini sebagai bangsa yang tidak akan pernah maju, akibat dari karakter warga negaranya yang tidak mampu memenuhi kriteria yang  secara legal dan formal ditetapkan dalam perundang-undangannya sendiri.

Terlihat jelas akibat pengaruh globalisasi yang menyebabkan bebasnya keluar masuk budaya luar didukung dengan karakter dari warga Negara Indonesia yang sebagian besar memiliki karakter kuat seperti kreatif dan penuh dengan imajinatif, nyeleneh, absurb, mudah untuk menyepelekan suatu hal, mudah tersulut, dan ketertarikan yang kuat (fanatisme) terhadap budaya luar, membuat nilai budaya luar tersebut dapat tumbuh dan berkembang di Indonesia. Hal tersebut menjadikan bangsa lain dengan mudah memanfaatkan dan merauk kekayaan yang Indonesia miliki. Tak hanya kekayaan Sumber Daya alam (SDA) nya saja tetapi berhasil pula dalam merebut nilai-nilai nasional yang terkandung dan tertanam pada diri warga Negara Indonesia. Dua pilihan jika bukan warganya sendiri yang dapat memecah belah, faktor lain adalah Negara luar baik itu secara tidak langsung ataupun dengan segala bentuk politik yang dilakukannya.

Identitas nasional ini oleh karenanya sangat mudah dipolitisir oleh sebagain bangsa asing bahkan oleh bangsa sendiri pun kemungkinan itu bisa saja terjadi, faktor keberagaman yang amat banyak dan kaum muda sebagai generasi penerus bangsa yang saat ini mendominasi kerap kali menjadi alat, guna mencapai kekuasaan dan keinginan dengan menghalalkan segala cara. Untuk itu penanaman jiwa nasionalisme atas kecintaannya kepada nusa dan bangsa harus benar-benar kuat untuk menghadapi terjangan yang mampu memecah belah.

Jerih payah para pahlawan melawan penjajah yang tidak ramah tamah seakan tidak kita ingat, harga tak sesuai dengan jasanya ketika semua orang lupa akan semboyan. Entah bagaimana nantinya kelangsungan hidup negeri kita ketika semua rakyat buta mata dan hatinya akibat dari bujuk rayu penuh tipu sang pencuri yang tak tahu malu. Satu hal saja yang harus diingat oleh Negara lain bahwasanya bangsa Indonesia masih memiliki kekuatan yang sudah tak perlu diragukan lagi. Hidup berdampingan dengan banyaknya perbedaaan membuktikan bahwa Indonesia masih tetap bisa bersatu mempertahankan nilai persatuannya. Sudah cukup bangsa ini diremehkan seakan-akan tak tahu arah dan tujuan. Satu gebrakan mampu membuat gentar dan memberi dorongan membentuk kemauan untuk melawan.

Baca Juga : “Dilamar” Skripsi saat Covid-19

Identitas nasional pada suatu Negara bergantung pada warga Negara-nya sendiri sebagai  penggerak roda kehidupan suatu bangsa baik yang menjadi jati diri seutuhnya maupun yang menjadi harapan kedepannya. Apa jadinya jika roda penggeraknya saja rusak, apakah jalan menuju tujuan akan tercapai? Selagi waktu masih sanggup menunggu ayo kita kobarkan semangat baru demi terlepas dari penderitaan yang membelenggu serta puas melihat senyum anak cucu meskipun harus rela tak bersatu tapi yakin bahwa tujuan kita hanyalah satu yaitu dirgahayu Indonesia maju.

Penulis: Sulistiani Basyiah, Mahasiswi Sekolah Tinggi Teknologi Bandunga

Respon (7)

  1. Setuju sih, apalagi kebanyakan main tiktok nih warga indonesia ,budaya timur sopan santun kelakuan udah gak sesuai identitas Nasional indonesia sendiri. Menarik artikelnya , semoga banyak yg tergerak utk ingat selamatkan identitas nasional indonesia, dan penting bgt nih dari Dini anak2 cucu2 kita nantinya wajib diajarkan pendidikan pancasila ,gaboleh dihilangkan pokoknya.

  2. Betul banget sih, meski perkembangan jaman semakin maju harusnya tetap tidak boleh meninggalkan yg seharusnya menjadi identitas nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *