Milenianews.com, Jakarta – Amerika Serikat kini memiliki Kepala Staf Angkatan Udara (AU) dari pria kulit hitam pertama. Akhir-akhir ini, publik AS banyak melakukan aksi protes dan kecaman atas pembunuhan pria kulit hitam, George Floyd.
Namanya adalah Jenderal Charles Brown, yang dikukuhkan sebagai pria Afrika-Amerika pertama yang memimpin salah satu angkatan bersenjata Pentagon.
Baca Juga : Polisi Militer pun Turun Redam Aksi Warga AS, untuk George Floyd
Charles Brown sebut sangat sulit menghilangkan rasisme di Amerika Serikat
Diberitakan Kumparan, Rabu (10/6), Brown saat ini menjabat sebagai komandan Pasukan Udara Pasifik. Selain itu, ia juga menjadi pria kulit hitam kedua yang perah menjabat kepala Staf Gabungan, setelah Colin Powell pada kurun waktu 1989-1993.
Brown berhasil mengukuhkan jabatan tersebut, dengan total suara penuh 98 berbanding 0. Presiden AS, Donald Trump mencuitkan pesan positif atas terpilihnya Brown.
“Hari bersejarah bagi Amerika! Bersemangat untuk bekerja lebih dekat dengan Jenderal Brown, yang adalah patriot dan pemimpin besar!” kata Trump dalam akun Twitternya.
My decision to appoint @usairforce General Charles Brown as the USA’s first-ever African American military service chief has now been approved by the Senate. A historic day for America! Excited to work even more closely with Gen. Brown, who is a Patriot and Great Leader!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) June 9, 2020
Trump pun mengharapkan, Brown bisa menuntaskan rasialisme, khususnya di militer AS. Namun, kata Brown, akan sangat sulit untuk mencapai hal tersebut.
Saat di militer pun, ia menyebut bahwa rintangan yang dihadapinya sangat sulit, sebagai pria kulit hitam dalam hierarki militer AS.
Baca Juga : Kronologi Kematian George Floyd yang Memicu Amarah Warga AS
“Saya tidak bisa memperbaiki rasisme selama berabad-abad di negara kami,” ujar Brown. (Ikok)