Milenianews.com, Minnesota – Kematian George Floyd oleh oknum polisi Minneapolis mengundang amarah warga Amerika Serikat. Aksi protes pun ramai dilakukan akibat dari adanya rasisme terhadap kulit hitam di Amerika, bahkan semakin meluas.
Pentagon pun sampai mengerakan 800 tentara dari unit polisi militer aktif untuk pergi ke Minneapolis. Unit-unit tersebut yang dikerahkan untuk menekan kerusuhan di Los Angeles 1992.
Baca Juga : 4 Fakta Muslim Milenial di Amerika Serikat
Sebelumnya, pada Kamis malam, Gubernur Minnesota, Tim Walz sempat meminta bantuan untuk mengatasi masalah ini.
Kerusuhan terjadi atas terbunuhnya George Floyd oleh oknum polisi
Trump pun langsung meminta Menteri Pertahanan, Mark Esper melalui sambungan telepon untuk menempatkan pasukan siaga di Minneapolis saat kerusuhan mulai tak terkendali.
Sebanyak 500 anggota Minnesota National Guard dan 200 Polisi State Patrol di kirim ke Minneapolis dan Saint Paul yang dikenal sebagai kota kembar di Minnesota.
Baca Juga : Benua Amerika menjadi Episentrum baru Penyebaran Covid-19
Seperti kita tahu, bahwa beberapa waktu lalu, George Floyd di cekik oleh oknum polisi dengan lutut sampai ia tak bisa bernafas, dan akhirnya meninggal dunia. Aksi protes warga AS pun dilakukan dimana-mana.
Bahkan, aksi ini sampai terjadi di luar Gedung Putih, Pennsylvania Avenue, Washington DC. Gedung putih sempat terkunci karena aksi tersebut. Termasuk beberapa jurnais yang terjebak dalam aksi itu dilarang keluar dari Gedung putih untuk alasan keamanan. (Ikok)
Sumber : Suara.com