Milenianews.com, Jakarta – Tinggal menghitung hari kita akan memasuki bulan Ramadhan. Di masjid-masjid besar, terutama Masjid Istiqlal, tidak pernah absen melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk di bulan Ramadhan.
Namun untuk tahun ini, Ramadhan 1441 Hijiriah, tidak akan ada kegiatan bersama-sama di Istiqlal, termasuk salat tarawih berjamaah. Hal ini karena pandemi Corona yang sedang terjadi.
Baca Juga : Selama 14 Hari PSBB, KRL Commuter Line Stop Beroperasi
Kepala Protokol Masjid Istiqlal, Abu Huraiah mengatakan, belasan program yang biasa diadakan selama bulan Ramadhan akan dibatalkan. Alias ditiadakan.
“Jadi tidak ada pelayanan agama selama masa Covid-19 di Istiqlal,” ujarnya dikutip Antara, Selasa (21/4).
Ada 2 program dari total 17 program yang akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal
Meski begitu, ada beberapa program masjid yang tetap dijalankan. Namun program tersebut bukan kegiatan yang dilakukan berjamaah. Terlebih, sudah ada sistem yang dirancang pengelola masjid.
“Semua program biasanya ada 17 program. Tapi hanya 2 program yang akan kami laksanakan. Kedua program itu adalah pengumpulan zakat dan santunan anak yatim,” tambahnya.
Para penerima dalam program tersebut, tidak datang langsung ke Istiqlal, melainkan dengan sistem daring. Sementara untuk fitrah akan melalui rekening.
“Santunan yatim ini pun, pada dasarnya mereka tidak datang ke sini, tapi melalui sistem daring, tautan terkait sudah saya sebar di semua yayasan, sudah banyak yang terdata.”
“Nah, untuk zakat fitrah, kami sudah sebar rekening untuk transfer, dan orangnya tidak perlu ke Masjid Istiqlal. Pembagiannya (zakat dan santunan) diantar seperti pembagian daging hewan kurban, jadi mereka tidak perlu datang ke Masjid Istiqlal,” terang Abu.
Sebagai langkah antisipatif datangnya para jamaah, pihak pengelola akan menutup gerbang masuk dan memasang imbauan di kawasan sekitar masjid.
Baca Juga : Ziarah Kubur Jelang Ramadhan di Tengah Pemberlakuan PSBB
Imbauan tersebut memberitahukan bahwa masjid tidak akan buka seperti kebijakan yang disuarakan pemerintah dan majelis ulama.
Jadi untuk masyarakat tidak perlu datang ke Istiqlal, karena masjid akan ditutup. Hal itu dilakukan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat, provinsi dan MUI. (Ikok)