Virus Corona, Ramalan Menyebut akan Berakhir dan Kembali Datang di 2030

Virus Corona Diprediksi dalam Buku

Milenianews.com – Beberapa mingu terakhir ini, banyak informasi yang tersebar di berbagai platform media sosial mengenai ramalan-ramalan dari kemunculan wabah virus Corona.

Virus yang berawal dari Wuhan, Cina ini, Xi Jinping, sempat menuding Amerika Serikat (AS) sebagai pengirimnya. Sebaliknya, pemerintah AS membalas dengan perkataan rasis Trump yang menyebut virus ini dengan Chinese Virus.

Berbagai ramalan pun muncul ke publik seperti dalam buku yang ditulis 40 tahun lalu lamanya. Novel yang berjudul “The Eyes of Darkness” karangan Dean Koontz menuliskan bahwa senjata biologis baru yang paling berbahaya adalah milik Cina. Senjata tersebut dinamai dengan “Wuhan-400“.

Baca Juga : Benarkah Erdogan Bawa Masyarakat Turki Menjadi Ateis?

Akan tetapi, virus yang diprediksi Koonzt tak bisa bertahan diluar tubuh manusia, sedangkan virus Corona bisa menyebar melalui benda mati diluar tubuh manusia. Namun, ramalan yang dituliskan Koonzt lebih merujuk pada produk dari upaya perang biologis oleh para ilmuwan Cina di laboratorium penelitian mereka di luar Wuhan.

Nyatanya, program senjata biologis rahasia Cina tersebut, dijalankan di Wuhan. Bahkan di lab tersebut bisa mengembangkan beberapa patogen (bahan yang menimbulkan penyakit) yang paling mematikan di bumi.

Namun yang lebih membuat heboh adalah buku karangan Sylvia Browne berjudul “End of Days“, meramalkan kedatangan virus ini pada tahun 2020. Buku ini diterbitkan pada 2008 silam dan sang penulis meninggal dunia pada 2013.

Ramalan dalam buku tersebut menuliskan datangnya Virus Corona :

Pada sekitar tahun 2020 penyakit seperti pneumonia yang parah akan menyebar ke seluruh dunia, menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan menolak semua perawatan yang diketahui. Hampir lebih membingungkan daripada penyakit itu sendiri adalah fakta bahwa penyakit itu akan tiba-tiba menghilang begitu tiba, menyerang lagi sepuluh tahun kemudian, dan kemudian menghilang sepenuhnya.

Kemudian hal tersebut dikaitkan netijen di media sosial yang mengasumsikan bahwa Browne secara akurat memprediksi wabah COVID-19.

Ada sebuah artikel yang mencoba menguraikan maksud tulisan yang ada pada buku karangan Browne tersebut, yaitu sebuah blog dengan alamat centerforinquiry.org. Blog ini selalu memuat tulisan-tulisan skeptis tentang konspirasi-konspirasi.

Dari tulisan itu dijelaskan, bahwa Browne menciptakan sebuah permainan psikis (kejiwaan). Ketika orang-orang menyukai cerita misteri selalu mengait-ngaitkan prediksi yang masih samar. Sehingga peristiwa yang terjadi adalah sebuah permainan yang berkaitan dengan psikologis. Dan kurangnya pemikiran kritis daripada kekuatan psikis.

Tapi satu hal yang perlu digaris bawahi, bahwa Sylvia Browne berhasil secara akurat dan terbukti untuk prediksinya terhadap virus Corona. Jika benar terjadi, Corona akan berakhir dan akan kembali muncul 10 tahun lagi, artinya itu akan terjadi lagi pada 2030.

Baca Juga : 10 Makanan yang Bisa Tingkatkan Daya Tahan Tubuh agar Terhindar dari Corona

Meski banyak bermunculan ramalan-ramalan yang menunjukkan peristiwa ini akan terjadi, alangkah baiknya jika lebih menyikapinya dengan beberapa pengertian yang jelas. Seperti hal nya orang-orang di zaman modern, tak akan mudah terpengaruh oleh informasi dari masa lampau kecuali sejarah.

Dari sisi religi, hal tersebut pasti bersumber dari satu arah. Karena hakikatnya, penciptaan seluruh alam semesta karena adanya Tuhan. Virus Corona sudah seperti serangan paling mematikan di dunia. Sangat cepat menyebar dan beberapa negara bahkan sudah melakukan country lockdown guna mencegah penyebaran wabah Pandemi tersebut. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *