Pelatih Chelsea Frank Lampard

Bersaing di Posisi Atas EPL, Lampard Tepis Keraguan Publik Tangani Chelsea

Milenianews.com, Jakarta – Pelatih Chelsea, Frank Lampard, sebelumnya diragukan bisa membawa performa baik bagi Chelsea. Namun sampai pekan ke-12 Liga Inggris, Chelsea berada di peringkat 3 klasemen.

Bahkan, posisi tersebut satu tingkat diatas juara bertahan Manchester City. Jarak poin dengan pemuncak klasemen Liverpool, hanya terpaut 8 poin.

Pengalaman Lampard terbilang hanya pernah melatih Derby County. Tapi ia bisa membalik prediksi publik dengan bersaing di papan atas Liga Inggris.

Baca Juga : Frank Lampard Kecewa Chelsea Ditekuk Valencia di Stamford Bridge

Hukuman Chelsea

Mengutip pernyataan laman judi, Betfair, yang dimuat CNN Indonesia, Lampard bahkan disebut menjadi menajer pertama yang dipecat. Posisinya disebut sama dengan Ole Gunnar Solksjaer yang sulit menampilkan performa baik untuk Manchester United.

Selain pengalaman kepelatihannya, Lampard juga hanya diberikan skuat yang tak utuh. Chelsea dijatuhi sanksi larangan membeli pemain selama dua periode bursa transfer. Lampard hanya memanfaatkan pemain seadanya.

Hukuman tersebut karena Chelsea merekrut pemain asing di bawah 18 tahun. Belum lagi Chelsea kehilangan bintang mereka, Eden Hazard yang pindah ke Real Madrid.

Kombinasi Pemain Muda dan Senior


Foto : Chelsea FC

Namun, Lampard tak menyerah. Keterbatasan tersebut dimanfaatkan Lampard untuk menata tim yang utuh. Sekarang ia membangun tim dengan formasi para pemain muda.

Bahkan tiga pemain jebolan akademi Chelsea, seperti Fikayo Tomori (21), Mason Mount (20) dan Tammy Abraham (22) berhasil tampil bersinar dan diberikan porsi bermain lebih.

Tammy Abraham sudah mencetak 10 gol dan bersaing menjadi top skorer Liga Inggris. Satu pemain muda lagi, Reece James (19) juga naik ke pentas berhasil mencuri perhatian yang tampil bagus saat menggantikan Cesar Azpilicueta.

Para pemain muda itu, dikombinasikan dengan pemain senior pada tim. Azpilicueta, Jorginho, Kepa Arrizabalaga, N’Golo Kante, hingga Willian.

Pada awal laga, kombinasi pemain racikan Lampard tak berbuah hasil. Mereka harus takluk 0-4 dari Manchester United pada laga pembuka EPL. Barulah Lampard melakukan bongkar pasang starting.

Ujian Lampard Sesungguhnya

Setelah itu, hanya sekali dari lima pertandingan Chelsea berhasil menang, bentuk permainan terbaik Chelsea perlahan muncul.

Titik balik kebangkitan Chelsea terjadi di Piala Liga Inggris. The Blues menang telak atas Grimsby Town dengan skor 7-1. Setelah itu, Chelsea sulit dihentikan dan sihir Lampard berbuah tujuh kemenangan beruntun di semua ajang.

Baca Juga : Frank Lampard, Pilihan Sempurna Buat Chelsea

Lampard menerapkan peraturan internal tim yang tak boleh dilanggar mengenai persoalan disiplin. Bagi pemain yang telat harus membayar 20 ribu pounds setara 361,88 juta rupiah.

Meski demikian, pendekatan Lampard sejauh ini berjalan positif. Skuat Lampard tersebut akan diuji saat Chelsea tandang ke markas Manchester City setelah jeda pertandingan uji coba internasional. (Ikok)

Post Author: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *