Chusing Dilanda Banjir, Harga Minyak AS Naik

Chusing-pipa-minyak-mentah-as

Milenianews.com, Houston – Harga minyak mentah berjangka AS naik hampir satu persen setelah banjir melanda  wilayah penyimpanan minyak mentah AS di Cushing, Oklahoma. Kenaikan tersebut terjadi pada Selasa (Rabu Pagi) waktu Indonesia barat.

West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli di New York Mercantile Exchange, menetap di 59,14 dolar AS per barel, naik 51 sen AS atau 0,9 persen.

Menurut Ahli Strateg Pasar senior di RJO Futures di Chicago, Phillip Streible mengatakan banjir membuat dampak  pada pusat distiburi di seluruh Amerika Serikat.

“Banjir nempaknya berdampak pada pusat distribusi di seluruh Amerika Serikat, meperlambat pengiriman yang keluar dari Cushing dan menciptakan tawaran pada WTI,” katanya seperti dilansir Antara, Rabu (29/05).

Daerah Arkansas dan Oklahoma yang dilanda banjir harus bersiap menghadapi dampak berlebih karena sering turun hujan. Selama bulan Mei, di bagian Oklahoma hujan turun hingga 19 inci (48 cm), menurut layanan Cuaca Nasional.

Perang Dagang AS-China Khawatir Akan Ada Pengurangan Bahan Bakar

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik 1,42 dolar AS mencapai angka 70,11 dolar AS.

Diberitakan Antara, harga minyak telah terperangkap dalam kekhawatiran ekonomi terhadap kesepakatan negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dalam enam bulan kedepan.

OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal OPEC+ akan adakan pertemuan dari 25 hingga 26 Juni 2019. Pertemuan tersebut akan membahas kebijakan produksi, namun masih belum jelas apakah produksi akan diperpanjang.

Baca Juga : Vietnam Musnahkan 1,7 Juta Ekor Babi Atasi Demam Babi Afrika

Minyak mentah berjangka Brent pekan lalu mencatat penurunan 4,5 persen dan WTI turun 6,4 persen dan penurunan terparah sejak Desember lalu.

 Produksi OPEC+ tahun ini, juga semakin membuat tekanan terhadap harga tinggi. Sanksi AS juga sebagian besar telah mengambil minyak mentah Iran dan venzuela dari pasar global.

Namun, investor tetap khawatir perang dagang AS-China yang meningkat, dapat melambungkan ekonomi global dan mengurangi konsumsi bahan bakar. (Ikok)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *