3 Wanita Hebat di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

3 Wanita Hebat di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

Milenianews.com – Tepat 94 tahun lalu, pada 27-28 Oktober 1928 para pemuda, pria maupun wanita dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul dan mengikrarkan sebuah sumpah yang lahir dari hasil Kongres Pemuda II. Ikrar ini begitu penting karena telah mempersatukan bangsa Indonesia yang memiliki berbagai latar belakang dan budaya.

Berbagai dokumentasi sejarah menceritakan ulang peristiwa bersejarah Kongres Pemuda II ini. Namun jarang sekali yang menyorot keterlibatan beberapa tokoh perempuan di balik Sumpah Pemuda.

Siapa saja wanita hebat di balik lahirnya sumpah pemuda? Terus apa saja peran mereka? 

Baca juga : Tujuan dan Makna Teks Sumpah Pemuda

Wanita Hebat di Balik Lahirnya Sumpah Pemuda

1. Siti Soendari

Pertama, Siti Soendari yang merupakan adik bungsu dari dr. Soetomo. Beliau berasal dari kalangan Jawa elit. Ia berhasil menempuh pendidikan tinggi dan lulus dengan gelar Meester in de Ritchen (Sarjana Hukum) di Universitas Leiden di Belanda pada tahun 1934.

Tentu saja, seperti kita ketahui, tidak mudah bagi perempuan untuk bisa mengenyam pendidikan yang tinggi pada kala itu. Namun ternyata hal tersebut bisa Siti dapatkan. Bahkan, Siti adalah perempuan ke-2 yang berhasil mendapatkan gelar tersebut. Selain berhasil dalam pendidikan, Siti juga pernah menjabat sebagai direktur bank.

Dalam Kongres Pemuda II, Siti berpidato soal rasa cinta Tanah Air. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa rasa cinta tanah air juga harus tertanam pada wanita sejak kecil. Saat itu Siti berpidato dalam bahasa Belanda sehingga Muhammad Yamin, selaku Sekretaris Kongres Pemuda II, menerjemahkan pidato Siti.

2. Emma Poeradiredja

Tokoh wanita hebat di Sumpah pemuda yang kedua adalah Emma Poeradiredja. Ia merupakan tokoh perempuan yang mengenyam pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Selama hidupnya, ia aktif dalam berbagai organisasi yang bergerak di bidang perjuangan kemerdekaan Indonesia dan kesetaraan perempuan.

Beliau juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan anggota DPR/MPR Indonesia. Emma menjabat sebagai Ketua Cabang Bandung Jong Islamieten Bond pada saat itu. Di Kongres Pemuda II, ia berpidato mengenai peran para perempuan agar terlihat, tidak hanya dalam pembicaraan pergerakan namun juga dengan perbuatan.

3. Poernomowoelan

Ketiga, ada wanita hebat, Nona Poernomowoelan yang merupakan seorang guru dan salah satu perwakilan pemuda Taman Siswa di sumpah pemuda. Beliau menjadi pembicara pertama di mimbar Kongres Pemuda II.

Sebagai tokoh yang aktif di bidang pendidikan, beliau berpidato tentang bagaimana cara agar dapat mencerdaskan bangsa. Tidak hanya itu, namun juga harus sejalan dengan pendidikan yang tertib dan disiplin. Selain itu, menurutnya anak haruslah mendapatkan pendidikan yang baik di sekolah maupun di rumah.

Nah itulah beberapa wanita hebat dari sekian banyak tokoh yang terlibat dalam kongres pemuda II atau yang kita kenal sebagai Kongres Sumpah Pemuda. Punya detail lainnya? Atau ada tokoh yang menurut sobat layak untuk mendapat gelar wanita hebat dibalik terciptanya sumpah pemuda? Boleh tulis di kolom komentar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *