Pertama Dalam Sejarah, Pesawat Ruang Angkasa Sentuh Matahari

Parker Solar Probe Pesawat Ruang Angkasa Sentuh Matahari

Milenianews.com – Sebuah pesawat ruang angkasa baru saja menyentuh Matahari untuk pertama kalinya dalam sejarah manusia. Parker Solar Probe milik NASA kabarnya telah terbang melalui lapisan luar Matahari yang dikenal sebagai Corona pada 28 April 2021.

Satelit ini bertujuan untuk mengumpulkan partikel dan mengukur medan magnet Matahari. Menurut NASA yang mereka umumkan melalui Physical Review Letters pada Selasa (14/12) lalu.

“Parker Solar Probe menyentuh Matahari adalah momen monumental untuk ilmu surya dan prestasi yang benar-benar luar biasa,” kata Thomas Zurbuchen, associate administrator for the Science Mission Directorate di markas besar NASA, Washington, DC.

Baca Juga : Elon Musk Akan Pasang Iklan di Luar Angkasa dengan Satelit

Pesawat Ruang Angkasa Sentuh Bagian Terluar Matahari

Matahari bukanlah bola padat di ruang angkasa, melainkan terdiri dari lapisan luar tipis yang mirip dengan atmosfer yang kita kenal sebagai Corona. Corona adalah tempat material tiupan Matahari yang masih berada dalam tarikan magnet Matahari. Sehingga tidak dapat lepas ke luar angkasa.

Material Matahari yang keluar dari Corona akan menjadi angin Matahari. Namun, garis pemisah antara Corona dan angin Matahari tidak sejelas menggambar lingkaran. Batas sebenarnya dari lapisan luar Matahari disebut Alfvén Critical Surface (ACS). Dan sampai sekarang, tidak jelas berada di mana sebenarnya ACS itu.

Parker Solar Probe berada di lintasan spiral yang mengencang di sekitar Matahari sejak meluncur pada 2018 lalu. Pada putaran ke-8, pesawat ruang angkasa tersebut mulai merasakan kondisi magnet dan partikel kunci, yang menandakan mereka telah melintasi ACS dan memasuki Corona.

Baca Juga : NASA Kembangkan Shapeshifter untuk Jelajahi Titan, Satelit yang Mirip Bumi

Lintasan Corona hanya berlangsung selama beberapa jam, namun Corona akan semakin meluas ke luar sejalan dengan siklus 11 tahun Matahari yang mulai meningkat. Ini memberikan banyak peluang bagi Parker Solar Probe untuk terbang melewati wahana itu lagi.

“Kami sepenuhnya mengharapkan bahwa, cepat atau lambat, kami akan menghadapi Corona setidaknya untuk jangka waktu yang singkat,” kata Justin Kasper, profesor dan wakil kepala teknologi di BWX Technologies University of Michigan. “Tapi sangat menarik bahwa kita sudah mencapainya.” tutupnya.

Respon (18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *