Milenianews.com, Jakarta – Perusahaan keamanan siber Kaspersky menegaskan tidak terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, mereka justru mengatakan telah berkontribusi signifikan dalam melindungi negara tersebut dari berbagai ancaman siber.
“Kaspersky tidak terlibat dalam aktivitas yang mengancam keamanan nasional Amerika Serikat dan faktanya, telah memberikan kontribusi signifikan dalam pelaporan hingga perlindungannya dari berbagai pelaku kejahatan siber yang menargetkan kepentingan dan sekutu dalam negeri tersebut,” kata Kaspersky dalam keterangan pers yang dikutip Milenianews (26/6) waktu setempat.
Baca juga: Ini 3 Tips Cegah Kejahatan Siber dalam Aplikasi Threads
Kaspersky merespons keputusan Departemen Perdagangan AS yang melarang penggunaan perangkat lunak mereka di negara tersebut.
Perusahaan menyatakan keputusan itu tidak memengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan penjualan dan mempromosikan penawaran dan/atau pelatihan intelijen ancaman dunia maya di AS.
Mereka menilai bahwa pihak Departemen Perdagangan AS mengambil keputusannya berdasarkan iklim geopolitik saat ini. Hal tersebut dengan kekhawatiran teoritis, bukan berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap integritas produk dan layanan Kaspersky.
“Perusahaan bermaksud untuk mengambil semua opsi yang tersedia secara hukum. Serta untuk mempertahankan operasi dan relasinya saat ini,” kata perusahaan yang berbasis di Rusia tersebut.
Pernyataan sikap Kaspersky dalam menyediakan produk antivirus bagi perangkat teknologi
Kaspersky menyatakan selama lebih dari 26 tahun pihaknya telah berhasil menjalankan misi membangun masa depan yang lebih aman. Hal tersebut dengan melindungi lebih dari satu miliar perangkat.
Mereka menyediakan produk dan layanan terbaik kepada pelanggan di seluruh dunia. Terutama untuk melindungi mereka dari segala jenis ancaman dunia maya serta telah berulang kali menunjukkan independensinya dari pemerintah manapun.
Selain itu, perusahaan juga menyatakan bahwa mereka telah menerapkan langkah-langkah transparansi yang signifikan untuk menunjukkan komitmen terhadap integritas dan kepercayaan.
Larangan ini juga dinilai telah menghilangkan kebebasan konsumen dan organisasi untuk memilih perlindungan yang mereka inginkan. Hal tersebut memaksa mereka menjauh dari teknologi anti-malware yang ditawarkan Kaspersky.
Hal ini menyebabkan gangguan besar bagi pelanggan yang harus segera mengganti teknologi yang telah mereka andalkan selama bertahun-tahun.
Baca juga: 80% Perusahaan Akui Teknologi Menjadi Penghambat Inovasi
Kaspersky menganggap keputusan Departemen Perdagangan AS itu telah mengabaikan bukti-bukti yang ada.
“Kami menantikan masa depan, dan akan terus membela diri terhadap tindakan yang berupaya merugikan reputasi dan kepentingan komersial kami secara tidak adil,” kata Kaspersky.
Pemerintah AS mengumumkan bahwa mereka melarang penjualan antivirus Kaspersky di negara tersebut. Juga meminta warga Amerika yang menggunakan perangkat lunak tersebut untuk beralih ke penyedia lain karena adanya risiko keamanan.