Oleh: Irwan Kelana
Apa kabar, Rindu? Masihkah engkau bersemayam di pucuk-pucuk randu?
Selamat pagi untukmu, yang selalu menjauh dari cinta, namun mendekatkan rindu
Telah kusembunyikan rindu di balik kabut. Namun angin menerbangkannya padamu
Dia yang Maha Mengetahui sehelai daun yang gugur dari tangkainya, pasti mengetahui setangkai rindu yang jatuh dari hatimu
Rindu yang tak terungkapkan adalah doa yang tak terkatakan. Dan doa demi doa yang mengalun di keheningan malam, semoga sampai juga di terminal rindu. Karena aku yakin, selau ada jalan ke hati Rindu
Irwan Kelana mengawali karir kepenulisan sejak SMA dengan menulis puisi dan cerpen. Kemudian merambah ke novel sejak kuliah di Fakultas Peternakan IPB Bogor University. Ia menjadi wartawan selama lebih dari 30 tahun. Ia telah menerbitkan sekitar 35 buku (antologi cerpen, novel, biografi tokoh, profil perusahaan, dan buku-buku Islam). Selama karirnya sebagai penulis dan wartawan, Irwan telah memenangkan lebih 20 ka