Judul Asli: Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan
Penulis: Agus Rizal, Yudhie Haryono dan Dedi Setiadi
Editor: Astika Wahyuaji
Penerbit: Senandika Aksara Jogja
Cetakan: 1, tahun 2026
Tebal: 486+vii hlm
Milenianews.com, Ngobrolin Buku– Penanda zaman telah muncul. Sebuah buku dahsyat. Ia telah terbit dengan judul “Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan Pergolakan Pemikiran Ekonomi Politik Indonesia.” Buku ini mengangkat pemikiran tokoh penting Indonesia sebagai sosok yang berperan besar dalam membentuk arah pemikiran dan pergerakan ekonomi dan politik nasional. Ia disebut guru agung ekopol republik.
Buku ini adalah mahakarya pemikir Republik kontemporer yang sangat bermutu. Ia hadir karena tangan pemikir besar Yudhie Haryono, Agus, Dedi, Asari dkk. Para jenius yang membawa obor Nusantara Studies. Mereka menggambarkan di dalamnya satu karya ilmiah sangat dinamis yang dibangun dengan basis riset yang mendalam dan komprehensif. Tentu karena mengupas tuntas secara tajam gagasan ekonomi politik Soemitro yang dikenal anti ekonomi kolonial.
Sebagai guru besar ekonomi politik (Ekopol) Indonesia, pemikiran ekonomi politiknya tentu memiliki pengaruh dalam lintas generasi. Dalam buku ini, digambarkan dengan jelas bagaimana beliau yang sejak era penjajahan melihat dengan jelas ketimpangan struktur ekonomi, dan akan selalu diwarnai oleh ketimpangan jika tidak ada langkah pembenahan, sekalipun kita berada di dalam kehidupan negara merdeka.
Dalam pandangannya, kolonialisme tidak benar-benar hilang setelah kemerdekaan. Kolonialisme hanya berubah bentuk, ia akan tetap mewarnai perjalanan kemerdekaan jika tidak dapat disadari keberadaannya. Oleh sebab itu ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada modal asing, dominasi pasar global, serta struktur ekonomi dan perdagangan yang timpang adalah bentuk baru dari penjajahan yang lebih halus namun lebih mengikat. Inilah yang membuat Soemitro menekankan pentingnya kemandirian ekonomi sebagai fondasi utama negara merdeka.
Buku ini tidak hanya menggambarkan biografi Soemitro, tetapi lebih jauh lagi membedah dengan cermat dan melakukan refleksi yang mendalam, lalu merekonstruksi pemikiran ideologis ekonomi Indonesia dalam konteks sejarah masa lalu, masa kini dan struktur kekuasaan dengan jelas. Yang memungkinkan pembaca memahami secara utuh konstrukai pemikiran Soemitro tentang ekonomi politik yang memungkinkan kita terbebas dari cengkraman ekonomi kolonial. .
Buku ini menggambarkan dengan jelas bagaiman ekonomi kolonial terus menemukan tempat untuk hidup dan tumbuh sebagai kekuatan yang dapat menghegemoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Dijelaskan dalam buku itu bahwa ekonomi kolonial ini bukan sekadar warisan masa lalu, ia akan senantiasa mengikuti perkembangan dan menyesuaikan dengan arus zaman. Yang dalam perjalanannya selalu menciptakan ketimpangan, dengan membentuk struktur penindasan dalam ekosistemnya yang bersifat mengikat. Untuk itu harus mampu dipahami dengan jelas dan dilawan dengan kesadaran dan kecerdasan intelektual sebagai anti tesisnya.
Dalam buku ini, pembaca diberikan pemahaman yang utuh untuk melihat secara jelas bahwa pergerakan ekonomi tidak selalu netral. Melalui pandangan Soemitro Djojohadikusumo, dijelaskan bahwa di dalam setiap dinamika ekonomi selalu terdapat keberpihakan. Selalu ada pihak yang diuntungkan dan ada yang dirugikan. Keberpihakan itu tidak berdiri sendiri, sangat berkaitan erat dengan kekuasaan, kedaulatan, dan penguasaan modal. Dari sini, pembaca diajak untuk memahami bahwa ekonomi bukan sekadar mekanisme pasar, tetapi arena pertarungan kepentingan yang menentukan arah kehidupan bangsa. Karenanya harus diatur dan diikat dengan aturan dan regulasi yang berkeadilan, agar distribusi ekonomi berjalan searah pada pemerataan. Cara pandang ini menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak pada ilusi bahwa setiap pertumbuhan ekonomi otomatis akan menghadirkan keadilan.
Oleh karena itu, sejumlah tokoh dan akademisi menilai bahwa pemikiran Soemitro begitu tajam, kritis, dan tetap relevan hingga hari ini. Sebab kemampuannya membaca dan menjelaskan bentuk kolonialisme dalam wajah baru, yang hadir melalui industrialisasi, kapitalisme global, serta ketergantungan ekonomi yang tanpa disadari perlahan jsutru menjerat dan melemahkan kemandirian bangsa.
Buku ini dapat dijadikan referensi dan catatan penting bagi generasi dalam memahami dinamika sejarah ekonomi politik yang terjadi, sekaligus menjadi acuan bagi siapa pun yang ingin membangun kerangka berpikir teknokratis untuk melawan praktik ekonomi kolonial dalam berbagai bentuknya. Ia tidak hanya menawarkan pengetahuan, tetapi juga arah berpikir yang tajam dan terstruktur dalam membaca realitas ekonomi Indonesia.
Melalui pemikiran Soemitro Djojohadikusumo, pembaca diajak memahami bahwa persoalan ekonomi pasca kemerdekaan bukanlah sesuatu yang sederhana. Tapi penuh dengan jebakan. Soemitro dalam hal ini tampil sebagai sosok intelektual organik yang progresif, yang mampu merumuskan pandangan ekonomi secara komprehensif dan kongkrit. Ia tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi menghadirkan gambaran yang dapat dipahami dengan jelas mengenai kondisi ekonomi Indonesia setelah merdeka, sekaligus menawarkan arah kebijakan yang harus diambil.
Dalam kerangka itu, Soemitro menjelaskan langkah langkah strategis yang perlu ditempuh negara untuk keluar dari jebakan ketergantungan, memperkuat kemandirian nasional, dan menghadapi konstelasi ekonomi global yang sesungguhnya merupakan kelanjutan dari sistem kolonial dalam bentuk baru. Ia juga menekankan pentingnya merumuskan solusi yang tidak hanya realistis, tetapi juga berpihak pada kepentingan nasional dan keadilan sosial.
Lebih jauh lagi, buku ini memberi arah bagi negara agar tidak pasif dalam pembangunan ekonomi. Negara harus berperan aktif mengkonsolidasi kekuatan ejonomi nasional dengan melibatkan semua pihak dan mendorong tumbuh kembangnya sektor swasta nasional yang kuat dan sehat. Dengan tetap membuat regulasi yang jelas dan akurat guna mencegah terjadinya monopoli ekonomi yang tidak terkendali, dan berujung pada akumulasi modal pada segelintir orang yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi yang tajam.
Secara keseluruhan buku ini dapat dijadikan referensi bersama yang dapat kita posisikan sebagai bacaan penting, bagi siapa pun yang ingin memahami hubungan antara ekonomi kekuasaan dan perjuangan kedaulatan Indonesia sekaligus sebagai ajakan untuk melihat kembali arah pembangunan ekonomi nasional secara lebih sadar dan kritis. Pemikiran Soemitro bukanlah pemikiran konservatif, sebab ini bukan romantisme, ini adalah panduan bagi pembaca untuk memahami realitas emonomi. Melalui Pemikiran Soemitro Djojohadikusumo dalam buku ini, kita bisa menemukan peta jalan intelektual bagi generasi yang ingin memahami, mengkritisi, sekaligus merumuskan masa depan ekonomi Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan.
Penulis: Supriyadinil’haq Akbar, Peneliti Senior Nusantara Centre.










