Judul: Puisiku
Penulis: Dyah Mintarti dkk.
Penerbit: Raja Grafindo Persada
Cetakan: I, Oktober 2023
Tebal: x+88 hlm
Milenianews.com, Ngobrolin Buku-– Buku antologi puisi yang satu ini unik, karena merupakan kolaborasi guru, siswa dan orang tua murid SMP Bosowa Bina Insani (BBI) Bogor.
Buku Puisiku memuat puisi karya 22 guru, 50 siswa dan tujuh orang tua murid. Proses penulisan buku antologi puisi ini memakan waktu dua bulan.
Penerbitan antologi puisi ini bertujuan untuk memberikan contoh berkarya sehingga menimbulkan semangat buat semua warga sekolah untuk berkarya, khususnya di bidang literasi. “Penerbitan buku puisi ini memberikan motivasi kepada para guru, siswa maupun orang tua murid untuk menulis, dan meninggalkan legacy (jejak) berupa buku,” kata Koordinator penulisan dan penerbitan buku antologi puisi SMP Bosowa Bina Insani, Dyah Mintarti pada acara peluncuran buku antologi Puisiku di SMP BBI, Bogor, Jumat (27/10/2023).
“Lahirnya Anotologi Puisi siswa, orang tua dan guru SMP Bosowa Bina Insani adalah salah satu upaya untuk membangun karakter semangat membaca, menulis, dan berkarya dalam momentum kegiatan Bulan Bahasa dan hari Sumpah Pemuda. Oleh sebab itu, kegiatan ini sangat perlu diapresiasi sebagai sebuah akrya kolaborasi orisinal siswa, orang tua, dan guru SMP Bosowa Bina Insani,” kata Kepala SMP BBI, Haposan Andi Citra, saat memberikan Kata Sambutan di buku ini.
Sebagai buku antologi puisi bersama, buku ini mengangkat beragam tema. Dari keluarga, spiritual, alam, pendidikan, persahabatan, hingga cinta. Cinta dalam arti luas, tidak hanya cinta lelaki-perempuan, tapi juga cinta orang tua ke anak dan anak ke orang tua. Beberapa puisi ditulis dalam Bahasa Sunda.
Contohnya, puisi karya guru SMP Bosowa Bina Insani, Suhartini, berjudul “Waktu”:
Waktu adalah Sungai yang menghanyutkan aku
Tapi akulah sungai itu
Adalah seekor harimau yang mencabik-cabik tubuhku
Tapi akulah harimau itu
Adalah api yang menghanguskan tubuhku
Tapi akulah api itu
Berikut ini puisi karya salah seorang orang tua murid, yakni Agoes Misbach, berjudul “Doa”:
Nanti saja kukabari
Tentang adanya gelap malam
Tak usah kau mencari-cari
Di mana asal muasal terangnya siang
Simaklah pusi karya salah seorang murid SMP Bosowa Bina Insani, Anindita Putri, berjudul “Sahabat”:
Jiwa yang muda akan selamanya muda,
Kisah-kisah akan menjadi abadi,
Hal manis akan selalu dikenang,
Selamanya akan berarti.
Senyuman indah yang terpancar,
Menyatakan arti dari persahabatan yang abadi,
Bersenda gurau bersama,
Kenangan ini akan selalu berarti.