Jejak Sang Guru Inovator

Judul: Sutrisno Muslimin Sang Inovator: Pendidikan, Dakwah dan Politik

Penulis: Abdul Mutaqin dkk

Penerbit: Buku Republika

Cetakan I, April 2023

Tebal: xx+436 hlm

 

Milenianews.com, Ngobrolin Buku- Sutrisno Muslimin adalah seorang guru. Tapi dia bukan guru sembarang guru. Dr Sutrisno Muslimin MSi adalah guru inovator. Di lembaga pendidikan apapun ia bertugas, ia selalu berupaya memberikan yang terbaik melalui berbagai inovasi dan kreasinya. Itulah yang bisa kita baca  dalam buku Sutrisno Muslimin Sang Inovator: Pendidikan, Dakwah dan Politik yang ditulis oleh Abdul Mutaqin dkk.

Sesuai judulnya, buku yang diterbitkan oleh Republika ini memotret jejak-jejak inovasi yang ditorehkan oleh Sutrisno di sejumlah lembaga pendidikan yang dipegangnya. Baik saat menekuni  karir sebagai guru di Sekolah Muhammadiyah, SMK Darussalam, dan SMA Dwiwarna  maupun saat menjadi dosen di UNJ. Kemudian, memegang amanah di bidang marketing hingga presiden direktur. Mulai dari Islamic Boarding School (IIBS) dan International Islamic Education Center (IIEC), Horison School of Hospitality, Global Islamic Boarding School (GIBS), Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI), Universitas Bosowa, hingga Bakti Mulya 400 dan K-Link Pre-University.

Di setiap lembaga pendidikan yang dipegangnya, Sutrisno — yang menjadi guru sejak usia 14 tahun —  selalu mampu melahirkan inovasi-inovasi segar yang mampu menginspirasi civitas akademika lembaga pendidikan tersebut untuk meraih kemajuan dan prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selama 40 tahun berkarir sebagai guru, Sutrisno telah membuktikan bahwa ia adalah seorang motivator leadership, visioner, kaya gagasan, pemikir modern, guru pembaharu, sekaligus juga pemimpin yang demokratis.

Tak hanya berkilau di bidang pendidikan, Sutrisno juga terjun ke dua ranah pengabdian lainnya, yakni dakwah dan politik kebangsaan. Ia aktif sebagai pengurus di Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) dan menjadi penceramah yang handal —  salah satu kemampuan yang dia asah sejak duduk di bangku SMP. Ia pun turut mengembangkan   Media Amal Islami sebagai wasilah uluran tangan kepada dhuafa dan anak yatim.

Sutrisno pun terjun ke bidang politik – yang menjadi minatnya sejak masa mahasiswa di UIN Jakarta dulu – dengan mengawal Pilkada DKI yang mengantarkan Anies Rasyid Baswedan sebagai gubernur.

Menurut Sutrisno, berpolitik itu sesungguhnya membangun kebersamaan. “Oleh karena itu, semakin orang berpolitik, semakin ia bersaudara. Bukan karena faktor kepentingan politik kemudian orang berpisah, menjadi konflik,” tutur Sutrisno.

Secara keseluruhan, buku ini dibagi menjadi delapan  bagian dan 24 bab. Setelah Prolog, kemudian Latar dan Nasab; Masa Kecil Hingga Remaja; Sekolah dan Puncak Akademik; Guru dan Akademisi; Dari Marketing hingga Presiden Direktur; Dakwah dan Politik Kebangsaan; Refleksi; dan Kolega, Sahabat, dan Siswa. Kemudian ditutup dengan Epilog.

Berkiprah di tiga ranah pengabdian  merupakan upaya Sutrisno Muslimin, Sang Inovator Pendidikan,   untuk memberikan kontribusi terbaik dalam hidupnya kepada masyarakat. Seperti yang sering dikatakannya, “Buatlah catatan hidupmu, melalui berbagai karya yang menginspirasi dan memberi manfaat bagi banyak orang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *