Milenianews.com, Depok– Pendidikan berperan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan, setiap anak bangsa dapat mengembangkan potensi diri, mendapatkan ilmu pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarya dan berpoartisipasi dalam pembangunan bangsa. Sesuai Amanah kontitusi Undang-undang Dasar 1945 pasal 31 ayat (1) yang menyatakan bahwa “setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan”. Hal ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental yang harus dijamin dan diakses oleh seluru rakyat Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi maupun budaya.
Berapa banyak penduduk yang menempuh pendidikan tinggi di Indonesia? Menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), penduduk Indonesia berjumlah 275,36 juta jiwa pada tahun 2022. Dari jumlah tersebut hanya 6,41% yang sudah mengenyam pendidikan sampai perguruan tinggi. Rinciannya, yang berpendidikan D1 dan D2 proporsinya 0,41%, kemudian D3 sejumlah 1,28%, S1 sejumlah 4,39%, S2 sejumlah 0,31%, dan hanya 0,02% penduduk yang sudah mengenyam pendidikan jenjang S3.
Sampai akhir tahun 2022, penduduk Indonesia yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ada sebanyak 20,89%. Kemudian yang berpendidikan hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) sebanyak 14,54%. Sementara itu, 23,4% penduduk Indonesia merupakan tamatan Sekolah Dasar (SD). Ada pula 11,14% yang belum tamat SD, dan penduduk yang tidak sekolah/belum sekolah mencapai 23,61%. Artinya, mayoritas penduduk Indonesia tidak sekolah/belum sekolah.
Baca Juga : SEBI Social Fund (SSF) : Kisah Inspiratif Fafa, Pengusaha Muda Pemberdaya yang Raih Berbagai Prestasi
Di antara faktor penyebab kenapa banyak penduduk tidak melanjutkan pendidikan sampai kejenjang sarjana, adalah karena faktor biaya atau ekonomi. Mengingat biaya pendidikan tinggi yang mahal, banyak orang tua yang tidak sanggup membiayai anak-anaknya menggapai ke jenjang sarjana.
Berdasarkan fenomena tersebut, STEI SEBI melalui SEBI Social Fund (SSF) yang merupakan lembaga filantropi Islam berbasis perguruan tinggi, menjaring kemitraan strategis dengan lembaga pemerintah, BUMN, lembaga zakat, serta lainnya untuk memberikan akses kepada anak-anak bangsa dari berbagai provinsi di Indonesia yang berpotensi serta mempunyai semangat menuntut ilmu, dengan memberikan beasiswa pendidikan hingga menggapai gelar sarjana.
Secara simbolis hal tersebut dilakukan dalam momentum wisuda ke -19 STEI SEBI, Kamis (14/11/2024), secara simbolis penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para donatur yang telah berperan penting dalam mendukung perjalanan pendidikan para mahasiswa yaitu dengan beasiswanya. Sigit Pramono, Ph.D selaku Ketua STEI SEBI menyerahkan langsung penghargaan tersebut.
“STEI SEBI telah beker jasama dengan berbagai lembaga mitra strategis dalam pengembangan SDM profesional di bidang ekonomi syariah. Di antara lembaga tersebut ialah LAZ DPU Kaltim, LAZ Al-Kahfi, BCB Baznas RI, Baznas Kota Depok, BSI Maslahat, Baznas Tangsel, LAZ Ucare, BMPK, Nurinawan (beesa Digitama), LAZ Panin Dubai Syariah Bank (PDSB),” ungkap Kostaman (Manager Partnership SSF) dalam laporannya seperti dikutip dalam rilis yang diterima Milenianews.com.
Pada waktu yang sama STEI SEBI juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga mitra yakni dengan PT. Pegadaian yang memberikan Beasiswa Wirausaha Muda untuk 50 orang mahasiswa; Yakesma memberikan Beasiswa Cendika Muda untuk 50 orang mahasiswa; Baznas Kutai Timur menyerahkan Beasiswa Kutim Cerdas untuk 20 orang mahasiswa; LAZ Al Kahfi Peduli menyerahkan Beasiswa Pendidikan Sarjana untuk 5 orang mahasiswa, dan Baznas Pusat BCB memberikan Beasiswa Cendika Baznas (BCB) untuk 10 orang mahasiswa.
Kemudian, Inisiatif Zakat (IZI) memberikan Beasiswa Hafidz Pembedaya untuk 15 orang; Mandiri Amal Insani (MAI) memberikan Beasiswa Bintang Mandiri untuk 10 orang; Sahabat Qur’an memberikan Beasiswa Pendidikan Sarjana untuk 1 orang; YBM PLN Pusdiklat memberikan beasiswa uang saku untuk 10 orang; serta Baznas Kota Depok kembali memberikan beasiswa untuk 10 orang mahasiswa.
Pada kesempatan terpisah, Direktur SEBI Social Fund, Aries Hermawan, menyampaikan harapannya. “Semoga ke depan semakin banyak lembaga-lembaga mitra strategis yang bisa bergabung dalam kolaborasi program beasiswa Pendidikan Sarjana, menuju puncak bonus demografi untuk mencapai Indonesia Emas tahun 2045,” ujarnya.
Melalui langkah ini, SEBI Social Fund terus berkomitmen menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat luas, terutama dalam mendukung pendidikan putra-puteri terbaik bangsa. “Anda bisa juga turut serta dalam misi mulia ini, memberikan beasiswa dan mendukung berbagai program pemberdayaan lainnya yang digagas oleh SSF. Setiap dukungan yang diberikan adalah kontribusi nyata untuk masa depan yang leih baik. Mari Bersama-sama mengispirasi perubahan positif melalui kebaikan yang berkelanjutan Bersama SEBI Social Fund,” kata Aries Hermawan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai cara berdonasi, silahkan menghubungi situs resmi SEBI Social Fund (SSF) di www.sebisocialfund.org atau @sebi_socfund.