Milenianews.com, Depok- Banyak orang tua yang ingin anaknya jadi penghapal Quran (hafizh). Karena itu, mereka mencari sekolah yang punya muatan pelajaran tahfidz Quran. Baik pesantren maupun Ssekolah Islam Terpadu. Namun di Kelurahan Sawangn, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, belum ada sekolah tahfidz.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Yayasan Al Fajri Dzikrulloh Hizbulloh mendirikan SDIT Tahfidz Quran (TQ) Al Fajri Tahfidz Shool Sawangan. Lokasinya di Jalan Abdul Wahab Sawangan.
Menurut Kepala SDIT TQ Al Fajri, Ustadz Dede Darmawan, sekolah tersebut dirikan tahun 2021. Jadi, saat ini Angkatan ke-2, tahun ajaran 2022-2023. “Angkatan pertama sekolah ini baru 22 siswa. Namun saat ini, kelas 1 dan kelas 2, total siswa sudah mencapai 92 orang,” kata Ustadz Dede Darmawan.
Dari sisi demografi, sebagian besar murid berasal dari Kecamatan Sawangan. Sebarannya adalah Perumahan Taman Melati, Perumahan Villa Rizki Ilhami, dan perumahan di Kelurahan Cinangka. Paling jauh berasal dari Citayam dan Parung. “Jadi, hampir semuanya dari wilayah Depok, lebih khusus lagi Kecamatan Sawangan dan sekitarnya. Kebanyakan siswa berasal dari komplek perumahan,” ujarnya.
Tiga Kekuatan
Ustadz Dede menjelaskan, SDIT TQ Al Fajri menerapkan tiga kekuatan (kurikulum) utama. Yang pertama adalah tahfizh Quran. Targetnya 5 juz selama enam tahun. “Insya Allah kami targetkan 3 juz-nya adalah mutqin. Mutqin artinya hapalannya kuat. Kenapa harus seperti itu? Agar kita punya outcame (kekuatan hasil dari lulusan) punya hapalan yang kuat (mutqin) yang kemudian nanti jadi modal di Tsanawiyah atau SMPIT,” paparnya.
Ustadz Dede menambahkan, “Kita punya quality insurance (jaminan mutu sekolah). Quality insurance-nya adalah lulusan SDIT TQ Al Fajri hapal tiga juz yang mutqin dari total hapalan 5 juz.”
Segi karakter Islam dibangun melalui kurikulum Islam Terpadu. “Aktivitas para siswa SDIT TQ Al Fajri tiap pagi pembiasaan shalat Dhuha dan zikir Asmaul Husna serta doa-doa harian yang dilaksanakan di kelas. Kemudian muroja’ah (setor hapalan) setiap hari. Setiap siswa muroja’ah dari bacaan yang dia hapal,” ujar Ustadz Dede.
Ia menjelaskan, program tahfidz Quran dimulai dari juz 30, kemudian juz 29, juz 28, juz 27, dan juz 26. “Adapun metode yang kami terapkan untuk di SDIT TQ Al Fajri adalah Metode Qiroati. Tahsinnya Metode Qiroati, Adapun tahfidz-nya metode talaqqi. Karena metode Rasulullah adalah talaqqi. Satu orang siswa dengan guru, langsung setor hapalan,” ungkapnya.
Halaqah Quran itu satu guru berbanding 15 siswa. “Saat ini kami mempunyai empat guru tahfidz (hafdz Quran) yang semuanya merupakan lulusan pesantren,” tuturnya.
Kedua, target akademik. Sampai saat ini, SDIT TQ Al Fajri masih menerapkan Kurikulum 2013. “Kurikulum Merdeka insya Allah dimulai tahun 2023-2024 untuk kelas 1. Sedangkan kelas 2 dan 3 tetap menggunakan Kurikulum 2013,” katanya.
Ketiga, dari segi Bahasa. “Kami ingin pembiasaan Bahasa Arab dan Bahasa Ingris. Makanya di SDIT TQ Al Fajri, muatan lokalnya adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sejak kelas 1 SD sudah dimulai. Walaupun, secara pasif masih memperkenalkan kosa kata dan percakapan atau sapaan harian,” ujar Ustadz Dede.
Meneruskan Tradisi Orang Tua
Dalam kesempatan terpisah, H. Hasbulloh, owner sekaligus ketua Dewan Pembina Yayasan Al Fajri Dzikrulloh Hizbulloh mengungkapkan alasannya membuka SDIT Tahfidz Quran Al Fajri. “Sebenarnya saya ini seorang pengusaha, seorang pedagang. Tapi almarhum orang tua saya sewaktu hidupnya adalah guru ngaji lekar. Ia mengajari ngaji orang-orang yang sudah berumur, di atas umur 40 tahun. Jadi saya ingin meneruskan orang tua saya yang memang pekerjaannya itu seorang pengajar, khususnya mengaji Alquran. Mudah-mudahan ini menjadi amal jariyah yang pahalanya sampai kepada orang tua dan juga saya,” kata H. Hasbulloh.
Ia menambahkan, “Saya mendirikan sekolah ini atas nama anak saya yaitu Al Fajri Dzikrulloh Hizbulloh, anak saya yang ketiga.”
Mengapa pilih sekolah tahfidz? “Karena orang tua saya guru ngaji. Selain itu, di Sawangan belum ada sekolah tahfidz Quran, khususnya level SD,” ujarnya.

Kondisi sekarang ini Depok, khususnya Sawangan, sangat macet. “Mungkin solusinya inilah yang terdekat. Karena di Sawangan ini banyak sekali komplek perumahan,” kata H. Hasbulloh.
Saat ini yang sudah berdiri adalah jenjang SD. Tak menutup kemungkinan, H. Hasbulloh akan mendirikan jenjang SMP, bahkan SMA. Apalagi saat ini ia pun tengah membangun gedung di samping SDIT TQ Al Fajri. “Insya Allah, saya ada rencana membangun SMPIT TQ dan SMAIT TQ. Tapi tentunya secara bertahap,” ujar H. Hasbulloh.







