Milenianews.com, Depok– Pada Senin, 9 Maret 2026, pukul 13.00 -selesai, ada kegiatan di Sekolah Prestasi Global-Depok yang menjadikan bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momen meningkatkan ibadah spiritual, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran penting bagi perkembangan psikologis anak. PresGo Psychology Center (PPC) berbagi wawasan mengenai bagaimana ibadah puasa dapat membantu anak mengembangkan kemampuan self-control atau pengendalian diri sejak dini.
Konselor PresGo Psychology Center, Tiara Alfina Saida, S.Psi, menjelaskan bahwa self-control merupakan kemampuan anak untuk mengelola dorongan, emosi, serta perilaku dalam berbagai situasi. Kemampuan ini menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan anak, karena berkaitan erat dengan keberhasilan akademik, kemampuan bersosialisasi, serta ketahanan menghadapi tantangan di masa depan.
Menurutnya, puasa dapat menjadi latihan alami bagi anak untuk belajar menunda keinginan serta memahami batasan diri. Ketika anak mencoba menahan lapar dan haus, mereka sebenarnya sedang belajar mengelola dorongan internal dan emosi yang muncul selama proses tersebut.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga latihan regulasi emosi dan pengendalian diri. Dengan pendampingan yang tepat, pengalaman ini dapat membantu anak memahami bagaimana mengelola keinginan dan menghadapi rasa tidak nyaman secara positif,” jelas Tiara dalam sesi edukasi parenting yang diselenggarakan oleh PPC.
Namun demikian, proses belajar puasa pada anak perlu dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka. Orang tua dianjurkan untuk menciptakan suasana yang suportif agar anak dapat menjalani pengalaman berpuasa dengan perasaan nyaman dan penuh makna.
Dalam kesempatan tersebut, Tiara juga membagikan beberapa strategi praktis yang dapat diterapkan orang tua untuk membantu anak melatih self-control selama bulan Ramadhan.
Tips Melatih Self-Control Anak saat Belajar Puasa
- Berikan penjelasan sesuai usia anak dan validasi emosinya.
Orang tua perlu menjelaskan makna puasa dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak. Ketika anak merasa lelah atau lapar, penting bagi orang tua untuk mengakui dan memvalidasi perasaan tersebut agar anak merasa dipahami.
- Gunakan penguatan positif dan bangun rutinitas yang mendukung.
Memberikan apresiasi atas usaha anak, meskipun belum mampu berpuasa penuh, dapat meningkatkan motivasi dan rasa percaya diri. Rutinitas seperti sahur bersama atau berbuka bersama juga dapat membantu anak menjalani puasa dengan lebih nyaman.
- Terapkan pola pengasuhan yang suportif selama Ramadhan.
Pendekatan yang hangat dan penuh dukungan akan membuat anak merasa aman dalam proses belajar. Dengan demikian, anak tidak merasa tertekan, melainkan melihat puasa sebagai pengalaman yang bermakna.
Tiara menambahkan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan karakter. Latihan-latihan kecil seperti belajar menahan diri saat berpuasa dapat menjadi pengalaman berharga yang membantu anak mengembangkan ketahanan mental serta kemampuan mengelola emosi.
Dengan pendampingan yang tepat dari orang tua, momen Ramadhan dapat menjadi kesempatan berharga untuk menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan tanggung jawab pada anak sejak dini.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan layanan PresGo Psychology Center (PPC), masyarakat dapat mengakses situs resmi di www.prestasiglobal.id atau melalui akun Instagram @presgo.psychologycenter dan @prestasiglobal.













