Milenianews.com, Jakarta—FKOM SD Bakti Mulya 400 (BM 400) memperingati Isra Mi’raj, bertempat di Aula SD Bakti Mulya 400, Jakarta, Senin, 19 Januari 2026. Acara peringatan Isra Mi’raj yang mengusung tema “Membumikan Akhlak Nabi dalam Era Digital” itu diisi dengan tausiyah oleh K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Acara itu dihadiri oleh CEO BM 400, Dr. Sutrisno Muslimin, pimpinan sekolah, orang tua murid, dan guru BM 400.
Dr. Sutrisno Muslimin mengatakan bahwa Sekolah BM 400 sangat memperhatikan para guru dan siswanya untuk menjaga ibadah dengan sebaik mungkin. “Kami mendorong guru-guru dan murid-murid BM 400 supya dekat dengan Tuhan,” kata Sutrisno Muslimin.

Ia menambahkan, “Saya sebagai penanggung jawab BM 400 selalu berupaya menjaga dan mewujudkan pesan yang diinginkan oleh pendiri BM 400 yaitu tiga pilar pendidikan: religius, nasionalis dan internasional. Aspek religius dimulai dari pemahaman agama yang cukup. Siswa perlu beragama karena dia tahu dasar argumentasinya. Ketika masuk waktu shalat, anak-anak kita langsung menuju tempat shalat. Yang paling penting fardhu ainnya beres, baru fardhu kifayahnya,” tegas Sutrisno Muslimin.
Dalam kesempatan tersebut, K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) membahas panjang lebar tentang keutamaan akhlak mulia. “Apa tujuan Nabi Muhammad diutus Allah ke bumi? Untuk memperbaiki akhlak. Tujuan utamanya untuk memperbaiki akhlak manusia. Supaya manusia punya akhlak mulia,” kata Aa Gym.
Mengapa akhlak mulia (akhlaqul karimah) itu sangat penting? Menurut Aa Gym, paling tidak ada dua alasan. “Pertama, karena bahagia itu ada pada akhlak yang mulia. Yang kedua, karena orang meraih kemuliaan itu dengan akhlak,” ujarnya.

Aa Gym mengungkapkan masalah besar di negeri ini (Indonesia). “Apakah masalah di negeri ini? Inti masalahnya adalah akhlak. Banyak orang yang punya gelar S1, S2, S3, pangkat tinggi tapi, ya begitu akhlaknya (akhlaknya kurang baik, Red). Jadilah negeri yang kaya raya seperti ini,” kata Aa Gym.
Ia menambahkan, bahagia dan kurang bahagianya orang tua bukan karena prestasi anaknya, tapi karena akhlaknya. “Banyak orang tua yang hatinya sedih dan pilut sekali karena akhlak anaknya kurang baik. Ke ibunya akhlaknya kurang baik, ke ayahnya akhlaknya merendahkan,” ujarnya.
Baca Juga : Kick Off 2026 Sekolah BM 400: Meneguhkan Arah, Menyatukan Langkah
Aa Gym bercerita, dia punya 11 anak. Dari jumlah tersebut, 9 di antaranya sudah menikah. “Saya sering ditanya orang: apa alat ukur Aa cari mantu? Jawab saya: Cuma satu: akhlak. Anak kita akan menderita kalau akhlak pendamping hidupnya kacau. Padahal orang menikah itu ingin bahagia,” tuturnya.
Aa Gym kembali menegaskan bahwa Rasulullah SAW dan para nabi sebelumnya diutus oleh Allah SWT, tujuannya adalah memperbaiki akhlak manusia. “Kalau ada orang baik kepada sesama, senang bersedekah dan sebagainya, tapi tidak mau shalat dan mengakui tuhannya, maka belum disebut akhlaqul karimah (akhlak yang baik). Akhlak kepada Penciptanya dulu, baru kepada makluknya (orang tua,sdesama manusia, alam semesta),” paparnya.

Aa Gym menegaskan, “Inti hidup ini adalah akhlak. Karena itu, saya senang sekali tema acara hari ini, yakni ‘Membumikan Akhlak Nabi dalam Era Digital’,” ujarnya.
Lalu, apakah akhlak itu? “Akhlak adalah respons yang spontan. Ketahuan diri kita yang sebenarnya ketika ada kejadian yang cocok dan tidak cocok dengan kita. Nanti akan keluar respons spontan kita. Suaranya, raut mukanya. Reaksi spontan itu menentukan kualitas seseorang,” kata Aa Gym.













