Hadirnya Pelatihan Vokasi Disabilitas, Berikan Kesempatan Hidup yang Sama Bagi Mereka

Milenianews.com, Tangerang – Angkie Yudisia membuat gerakan untuk disabilitas dengan meluncurkan program pelatihan vokasi disabilitas di Sekolah PKBM Alfa Omega di Tangerang, Banten, pada Jumat (17/2).

Acara peluncuran dihadiri oleh berbagai pihak yang mendukung seperti PJ Gubernur Banten, Kementerian Sosial, beberapa perwakilan dari kementerian terkait dan staf khusus presiden. Tidak hanya perwakilan pemerintah, berbagai oraganisasi penyandang disabilitas juga turut ikut memeriahkan acara peluncuran program tersebut.

Baca juga : Kejar Mimpi Tangsel Bakar Semangat Anak Disabilitas Meraih Mimpi

Program tersebut mendapat respon yang positif dari berbagai pihak, tidak hanya kalangan pemerintah dan profesional, namun juga dari kalangan masyaraka.

Pusat pelatihan vokasi disabilitas bertujuan untuk memberikan akses pendidikan berbasis vokasi yang disesuaikan dengan ragam disabilitas. Program tersebut memungkinkan disabilitas mendapat pelatihan serta pendidikan yang tepat, namun sesuai dengan kondisi masing-masing.

“Kita berharap pusat pelatihan vokasi disabilitas mampu menjembatani antara permintaan dan kebutuhan yang melibatkan disabilitas sebagai aspek utama untuk terus dikembangkan kemampuannya sehingga bersifat kompetitif dan unggul dalam daya saing di industi kerja,” imbuh Angkie dalam siaran persnya, mengutip dari republika, Minggu (19/2.).

Presiden juga menyampaikan bahwa penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama. Kesempatan untuk mendapat pendidikan yang layak, bekerja, berkarier serta berprestasi. Hal tersebut disampaikan dalam pidato peringatan hari Disabilitas Internasional, pada 3 Desember 2022 lalu.

Dalam UU nomor 8 tahun 2016 juga mengamanahkan, instansi maupun perusahaan yang berada dibawah naungan pemerintah wajib memenuhi kuota dua persen penyerapan tanaga kerja disabilitas dan satu persen untuk perusahaan swasta.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada survei angkatan kerja nasional tahun 2021 lalu mencatat dari 16,5 penyandang disabilitas, hanya 7,6 juta jiwa yang sedang bekerja.

Data Kementerian Tenaga Kerja juga mencatat terdapat 1,73 persen perusahaan yang merekrut dan mempekerjakan penyandang disabilitas.

“Ada 1,73 persen itu 969 perusahaan yang menerima pekerja dari penyandang disabilitas. Dan data Kementerian tenaga kerja, hanya 0,02 persen atau 3433 tenaga kerja disabilitas yang terserap ke pasar kerja. Tentu ini masih sangat minim jika melihat jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 22,98 juta jiwa dengan 16,5 juta diantaranya merupakan usia produktif,” ujar Angkie.

Lulusan akan siap kerja

Dengan alasan itu, Angkie ingin mengajak seluruh elemen lintas sektor untuk berkolaborasi menumbuhkan ekosistem yang ramah disabilitas. Sehingga bisa masuk dalam dunia kerja dan memenuhi kuota ketercapaiaan yang diamanahkan undang-undang.

“Kita ingin, disabilitas yang ada di dunia kerja, bukan hadir karena sekadar ingin mencapai kuota, namun bisa berkontribusi sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan, baik BUMN, BUMD, swasta hingga instansi pemerintahan. Mereka benar-benar memiliki skillset yang dibutuhkan sehingga pusat pelatihan volasi disabilitas ini bersifat ready to work,” kata Angkie.

Baca juga : Orens Production Dedikasikan “Dua Berlian” Untuk Disabilitas

Program tersebut juga akan terus menggandeng banyak pihak seperti BUMN, kelompok swasta, oraganisasi penyandang disabilitas dan masih banyak lagi, untuk terlibat bersama membangun ekosistem disabilitas yang derdaya.

“Secara khusus, saya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak dari pemerintah, instansi, maupun kelompok swasta untuk semangatnya yang ingin bersama-sama secara kolaboratif tergerak meningkatkan kualitas disabilitas indonesia yang unggul dan kompetitif,” ujarnya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *