Panen Lele The Gade Integrated Farming (TGIF) Institut SEBI : Bantu Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Mahasiswa

Suasana panen lele di kolam budidaya The Gade Integrated Farming (TGIF) Institut SEBI, Depok. (Foto: Dok IAI SEBI)

Milenianews.com, Depok– Program The Gade Integrated Farming (TGIF) di Institut SEBI  Depok kembali menunjukkan dampak nyata bagi ketahanan pangan dan pemberdayaan mahasiswa. Hasil panen komoditas lele dari kolam budidaya TGIF mencapai kurang lebih sekitar 50 kilogram, yang kemudian dibagikan kepada mahasiswa asrama, baik ikhwan maupun akhwat, lebih mahasiswa yang menerima lele adalah mereka yang merupakan penerima manfaat Beasiswa dari Pegadaian.

Lele yang dipanen tersebut merupakan hasil pembesaran dari benih berukuran 6–7 cm yang dipelihara selama kurang lebih 2–3 bulan. Selama masa budidaya, mahasiswa terlibat langsung dalam proses pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan harian hingga menjaga kualitas air. Program ini menjadi wujud nyata pendidikan non-kelas yang menggabungkan praktik pertanian modern dengan pengalaman sosial yang bermanfaat.

Salah satu mahasiswa penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembagian hasil panen tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas pemberian ikan lele ini. Selain bisa menikmatinya bersama teman-teman di asrama, kami juga belajar bagaimana mengelola dan menjaga ternak lele. Pengalaman ini sangat berharga dan bisa menjadi bekal kami ketika sudah berada di luar jam kuliah nanti,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

Program pembesaran lele ini merupakan salah satu turunan dari Program SEBI Social Fund (SSF) yang mengusung semangat keberlanjutan, pendidikan, dan kebermanfaatan sosial. Kolaborasi ini menjadi implementasi nyata komitmen kampus dalam mendukung ketahanan pangan mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas mereka melalui praktik pertanian terintegrasi.

Sebagai program urban farming terintegrasi, TGIF merupakan hasil kemitraan Institut SEBI dengan PT Pegadaian (Persero) melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). TGIF dirancang untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap isu pangan—tidak hanya dengan menyediakan bahan konsumsi, tetapi juga membuka ruang edukasi dan pemberdayaan generasi muda.

Baca Juga : Institut SEBI Selenggarakan Wisuda ke-20,  Kukuhkan 171 Sarjana dengan Berbagai Capaian

Dalam implementasinya, TGIF telah memproduksi berbagai komoditas seperti ayam, hortikultura, dan ikan lele. Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan mahasiswa penghafal Al-Qur’an, kegiatan pembelajaran, dan konsumsi mahasiswa asrama.

Tidak Sekadar Panen, tetapi Gerakan Pemberdayaan

Melalui program ini, kampus ingin menegaskan bahwa TGIF bukan hanya proyek budidaya, melainkan gerakan perubahan: mengubah lahan kosong menjadi area edukasi, mengubah bibit menjadi manfaat, serta mengubah kolaborasi menjadi keberkahan yang dapat dirasakan bersama.

Program TGIF di SEBI kini menjadi model percontohan pertama yang diterapkan di perguruan tinggi di Indonesia. Dengan dukungan multipihak, program ini diharapkan dapat berkembang menjadi model urban farming edukatif yang bisa diadopsi oleh berbagai institusi pendidikan lainnya.

Sinergi yang Menghadirkan Kebermanfaatan

Melalui kegiatan panen dan pembagian lele ini, Institut SEBI mengajak seluruh pemangku kepentingan baik dari mitra Pegadaian, civitas akademika, lembaga mitra, dan masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas.

TGIF menjadi bukti bahwa pertanian modern dapat tumbuh di lingkungan kampus, menyatu dengan proses pendidikan, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan mahasiswa. Dari kolam lele hingga meja makan mahasiswa, keberkahan itu kini benar-benar hadir dan dirasakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *