Kreatif! Seorang Guru Mengajar Matematika dengan Permainan!

mengajar matematika dengan Permainan

Milenianews.com, Jakarta – Guru di SD Negeri Butuh 1 Kabupaten Kediri, Jawa Timur bernama Eka Nurviana Fatmawati menciptakan sebuah inovasi dalam pembelajaran matematika. Ia mengajarkan matematika dengan permainan stacko.

Eka, perempuan yang lahir di Cimahi ini, berhasil menggabungkan konsep permainan menara susun balok dengan unsur-unsur dari permainan UNO dan Jenga. Inovasi tersebut bernama Math Stacko Asemen Formatif.

Baca juga : Gak Suka Berhitung? Simak Jurusan Kuliah Anti Matematika

Dalam Math Stacko Asemen Formatif ini, Eka akan mengajak para siswa untuk mengerjakan soal-soal matematika yang sesuai dengan warna blok stacko yang mereka ambil. Soal-soal tersebut memiliki tingkat kesulitan yang beragam, sehingga dapat menyesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Menurut penjelasan Eka, inspirasi untuk menciptakan permainannya berasal dari pandangan umum bahwa matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang menakutkan atau menyeramkan bagi banyak orang.

“Mungkin kalau sekolah itu sudah materinya sulit, gurunya killer pula. Nah, itu pengalaman di benak saya,” cerita Eka dalam Puncak Acara Festival Kurikulum Merdeka 2023 mengutip dari Youtube Kemdikbud RI, Selasa (4/7) kemarin.

Berdasarkan pengalaman pribadinya sebagai seorang murid, Eka memutuskan untuk berinovasi dalam upaya membuat pengalaman belajar matematika menjadi lebih menyenangkan. Dia percaya bahwa metode bermain sambil belajar sangat sesuai untuk siswa di tingkat SD, sesuai dengan tahap perkembangan mereka.

“Kalau kita memaksa mereka untuk belajar, maka otomatis mereka akan merasa terjajah. terpenjara. Nah oleh karena itu, belajarnya kita buat dengan menyenangkan,” jelasnya.

Mengajar Matematika dengan permainan

Bermain serta memberikan tantangan

Dalam menyajikan permainannya, Eka juga memberikan tantangan kepada siswa. Tujuannya adalah agar setelah berhasil menyelesaikan tantangan tersebut, siswa dapat merasakan kepuasan dan kebanggaan atas pencapaian mereka.

“Di satu sisi melalui permainan ini ada nilai-nilai karakter ditumbuhkan seperti gotong royong, membantu teman yang kesusahan. Kemudian refleksikan bersama nilai-nilai apasih yang kalian dapatkan,” ungkap Eka.

Baca juga : Cara Mengerjakan Soal Cerita Matematika, Agar Tidak Pusing

Pembelajaran yang dekat dengan Siswa

Eka sangat menekankan pentingnya guru untuk mengubah pola pikir mereka terkait pembelajaran. Terlebih lagi, dengan adanya penerapan Kurikulum Merdeka yang memberikan kebebasan kepada guru untuk menyampaikan materi pembelajaran secara lebih kreatif.

“Saya kalau punya ide itu langsung saya catat di HP. Itu pokoknya kalau ada ide ambil HP,” ceritanya.

Namun, Eka juga menjelaskan bahwa proses inovasi dalam pembelajaran tidak terjadi secara instan. Ia membutuhkan konsistensi dan upaya terus-menerus untuk mengembangkan ide-ide baru dalam proses pembelajaran.

“Kalau kita konsisten untuk terus memikirkan pembelajaran yang berpihak pada murid, sesuai dengan kebutuhan murid, itu dilatih perlahan-lahan. Lama-lama itu nanti akan terbentuk sendiri,” ujarnya.

Jangan sampai ketinggalan info terkini bagi generasi milenial, segera subscribe channel telegram milenianews di t.me/milenianewscom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *