Komitmen Nyata BMH, Sumur Bor Ke-253 Perkuat Fasilitas Pesantren Almasyitoh

BMH meresmikan sumur bor ke-253 di Jawa Timur, berlokasi di Pondok Pesantren Almasyitoh, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. (Foto: Dok BMH)

Milenianews.com, Malang– Air bersih itu mengalir pelan di halaman Pondok Pesantren Almasyitoh Gedangan. Namun bagi 430 jiwa di dalamnya, aliran itu terasa seperti nafas baru. Para santri kini tidak lagi cemas memikirkan pasokan air untuk wudhu dan kebutuhan harian.

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Timur meresmikan sumur bor ke-253 pada 16 Februari 2026. BMH menghadirkan fasilitas tersebut di Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Program ini menyasar Pondok Pesantren Almasyitoh yang selama ini membutuhkan akses air bersih yang lebih stabil.

Program ini memberi manfaat bagi 430 jiwa. Para santri dan pengurus pesantren menggunakan air untuk wudhu, mandi, mencuci, dan konsumsi setiap hari. Ketersediaan air yang memadai kini mendukung aktivitas belajar dan ibadah secara lebih optimal.

 

Mendukung Aktivitas Belajar

Pengasuh pesantren, Kyai Achmad Fudholi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia menegaskan bahwa air bersih memegang peran penting dalam menunjang pendidikan dan pembinaan karakter santri.

“Ketersediaan air bersih sangat penting untuk mendukung aktivitas belajar dan ibadah para santri,” ujarnya.

Baca Juga : Sumur Bor Ke-250 BMH Resmi Mengalir, 1.200 Santri Pesantren Ra’iyatul Husnan Bondowoso Terima Manfaat

Salah satu santri, Dani Prasetya, mengungkapkan kebahagiaannya. Ia menyampaikan terima kasih kepada BMH dengan penuh rasa syukur. “Terima kasih,  kakak-kakak BMH,” katanya singkat. Dani kini dapat belajar menghafal Al-Qur’an dengan lebih nyaman karena kebutuhan air tercukupi.

Kepala Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Jawa Timur, Imam Muslim, menegaskan komitmen lembaganya  dalam menghadirkan solusi kebutuhan dasar pesantren dan masyarakat. Ia menyebut air bersih sebagai kebutuhan utama yang tidak bisa ditunda. “Kami berharap sumur bor ini mendukung kenyamanan belajar dan memperkuat semangat ibadah para santri,” jelasnya.

 

Ringankan Beban Operasional Pesantren

Hadirnya sumur bor ini meningkatkan stabilitas pasokan air di lingkungan pesantren. Pengelola pesantren dapat menjaga kebersihan dengan lebih baik. Beban operasional penyediaan air juga berkurang. Pesantren kini dapat memokuskan sumber daya pada pembinaan generasi Qur’ani.

Akses air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah. Keterbatasan infrastruktur sering memengaruhi kualitas pendidikan dan kesehatan. Dalam konteks tersebut, program sumur bor menjadi bentuk kepedulian sosial yang konkret dan terukur.

Baca Juga : Berkah Sumur Bor ke-251 BMH: 300 Santri Ummul Quro Kini tak lagi Cemas Saat Kemarau

Melalui sumur bor titik ke-253 ini, BMH menegaskan perannya sebagai lembaga filantropi Islam yang menghadirkan solusi nyata dan berdampak. Program ini tidak berhenti pada seremoni peresmian. Program ini menjawab kebutuhan dasar dan memperkuat keberlanjutan pendidikan pesantren.

Air yang kini mengalir di Almasyitoh membawa harapan baru. Dukungan dan kepedulian masyarakat akan membuka lebih banyak akses air bersih bagi pesantren dan komunitas lain yang membutuhkan. Dari Malang, ikhtiar kebaikan itu terus bergerak dan memberi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *