Mahasiswa Harus Memiliki Jiwa Sosial Yang Tinggi, Tanpa Disuruh

Kesejahteraan Sosial

Milenianews.com, Tasikmalaya – Bencana longsor yang terjadi di daerah Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (5/11) telah sebabkan dampak yang sangat parah. Empat orang warga dilaporkan tewas tertimbun.

Kejadian ini pun memutus akses transportasi dari jalur Cipatujah. Sejumlah rumah milik warga juga alami kerusakan parah, yang memaksa semua warga diungsikan ke tempat pengungsian.

Komunitas Pemuda Penggerak Tasikmalaya (Pager Asik) bersama gabungan organisasi mahasiswa seluruh kampus di Tasikmalaya, menanggapi dengan cepat kejadian ini. Mereka melakukan pengabdian masyarakat yang dilakukan pasca bencana Jumat sampai Minggu 11-13 Januari.

Baca Juga : Mohamad Nasir : Mahasiswa Jangan Hanya Andalkan Teori Dari Kampus

Sebagai informasi, Pager Asik merupakan komunitas yang mempunyai fokus kegiatan pada kesejahteraan sosial di masyarakat.

Fauzi Rizki selaku ketua, mengatakan, prinsip dari Pager Asik sendiri adalah ‘To help people to help themselves’, membantu orang lain agar orang tersebut mampu menolong dirinya sendiri.

Mahasiswa Sebagai Pemuda Intelektual Pilihan

Kesejahteraan Sosial

Terlebih dalam hal ini, melibatkan mahasiswa, menurutnya, mahasiswa merupakan kaum muda pilihan yang memiliki intelektual lebih. Sudah seharusnya, mahasiswa juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi.

“Sebagai Pemuda Agent of Change, mahasiswa haruslah membuktikannya dengan aksi nyata. Tidak hanya sukses di kampus, implementasikan juga di masyarakat. Mahasiswa itu adalah pemuda pilihan yang punya intelektual lebih.” Ujarnya dari rilis yang diterima tim Milenianews.com. (15/1).

Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change

Kesejahteraan Sosial

Sebanyak 30 orang relawan diterjunkan dari beberapa ormawa kampus yang ada di Tasikmalaya. Mereka ikut membantu membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan, lumpur, juga membuat tim pemuda siaga dengan menggerakan pemuda karang taruna setempat.

Tampak juga beberapa mahasiswa yang menghibur dan bercengkerama para anak-anak korban bencana di lokasi tersebut.

Baca Juga : Bukti Mahasiswa Sebagai ‘Agent of Change’

Kendati demikian, Fauzi memiliki tujuan lain, ia ingin menumbuhkan empati dari para relawan mahasiswa terhadap kepeduliaan sosial seperti ini. “Kami ingin memberikan pembelajaran bagi para mahasiswa dan berharap mereka bisa membuka mata, hati dan pikirannya, sebagai pemuda yang berperan sebagai Agent of Change.” Tambahnya.

Kedepannya, rasa kepedulian tersebut akan menempel di setiap mahasiswa, untuk melakukan kegiatan sosial tidak perlu disuruh.

Jiwa Sosial Mahasiswa Harus Tumbuh Sendiri

Kesejahteraan Sosial

Fikri, relawan juga sebagai ketua Ormawa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), merasakan hal yang sama. Ia merasa sebagai mahasiswa memang sudah menjadi tanggungan untuk memiliki kepekaan sosial. Terlebih sebagai Agent of Change yang hadir di masyarakat untuk membawa perubahan.

“Pendidikan, keagamaan, infrastruktur, kesehatan, kewirausahaan dan kehidupan sosial masyarkat tentu menjadi dimensi yang membutuhkan kontribusi dari para pemuda intelektual dan pejuang pergerakan.” Ungkapnya.

Diantara ormawa yang berpartisipasi adalah Himpunana Mahasiswa Keperawatan D3 dan S1 Universitas Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan STISIP Tasikmalaya, Organisasi Kemahasiswaan UBSI Tasikmalaya Himpunan Mahasiswa Mental (BK) Universitas Muhammadiyah dan Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi Tasikmalaya. (Ikok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *